Tinjau Pelaksanaan MBG di Sekolah, Prabowo Makan Bareng serta Bincang-bincang dengan Siswa
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sempat makan bareng di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026).(Foto:Dok/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta.
Dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden disebutkan bahwa kunjungan tersebut guna memastikan bahwa program MBG tersebut berjalan baik.
Ada yang menarik dari kunjungan itu. Presiden yang datang langsung disambut para siswa. Ternyata Prabowo menyempatkan diri makan bersama para siswa.
Ketika mengunjungi kelas lainnya, Prabowo berbincang dengan para siswa dan bertanya tentang cita-cita mereka.
“Siapa yang mau jadi dokter? Siapa yang mau jadi insinyur? Siapa yang mau jadi guru? Siapa yang mau jadi pemain bola?,” ujar Prabowo.
Dialog Presiden Prabowo dengan para siswa berlangsung penuh keakraban dan diselingi canda ringan lho!
Setelah itu Prabowo dan para siswa bernyanyi bersama lagu Hymne Guru.
Seperti diketahui program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan dan langkah strategis yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Tujuan utama MBG adalah untuk mengatasi masalah malnutrisi, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sasaran utamanya meliputi peserta didik (dari PAUD hingga SMA), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini juga mencakup lansia yang tinggal sendiri untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan. MBG dijalankan dengan menyajikan makanan bergizi satu kali sehari untuk memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan kalori harian penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, program ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Makanan diproduksi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur yang dibangun di berbagai daerah, yang juga turut memberdayakan UMKM dan petani lokal.
Program ini membutuhkan dukungan anggaran nasional yang masif guna menjangkau jutaan masyarakat. Pada awal pelaksanaannya, anggaran dialokasikan hingga puluhan triliun rupiah dan terus meningkat seiring dengan target cakupan yang mencapai puluhan juta penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, operasional program didukung oleh puluhan ribu dapur yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain berfokus pada perbaikan gizi dan kualitas pendidikan, pemerintah merancang MBG sebagai katalisator ekonomi.
Program ini mendorong pergerakan ekonomi para petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil. Kemudian penciptaan lapangan kerja meliputi beroperasinya ribuan dapur MBG yang membuka banyak lapangan pekerjaan baru dan memberdayakan industri turunan penyedia alat makan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
