Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » 2029 Masih Jauh, Gestur AHY Dinilai Beri Sinyal Jadi Contender Pilpres Langsung Disentil Partai Politik

2029 Masih Jauh, Gestur AHY Dinilai Beri Sinyal Jadi Contender Pilpres Langsung Disentil Partai Politik

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan yang disebut bukan milik seseorang untuk selamanya sontak menuai tanggapan dari sejumlah petinggi partai politik.

Gestur AHY ketika menyampaikan pidato politiknya pada HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta awal September 2026 lalu sepertinya memberi sinyal siap maju di kontestasi Pemilu 2029.

Komentar agak keras dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

“Jika dilihat dari cari penyampaian, gestur dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Padahal, dia melanjutkan sekarang ini AHY dan Partai Demokrat masih berada di koalisi pemerintah dan sebagai sebuah bangsa tengah menghadapi tantangan yang luar biasa.

“Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi,” tuturnya.

PAN Setia Dukung Prabowo

Partai Amanat Nasional (PAN) pun bereaksi. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto dengan kalem mengatakan pihaknya menghormati apa yang disampaikan oleh partai lain.

“Ah, tanya AHY, saya kan bukan penerjemah AHY,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Ditanya lebih jauh, Yandri malah minta awak media langsung mengkonfirmasi langsung ke AHY. Yang pasti, dia menambahkan bahwa PAN selalu setia dan mendukung Presiden Prabowo Subianto.

“Oh selalu kita, tiga kali dukung, begitu menang masa nggak dukung. Dukung terus, hidup mati bersama Pak Prabowo,” tuturnya.

Partai Gerindra juga berkomentar. Melalui Juru Bicaranya, Sugiat Santoso menyatakan bahwa Pemilu 2029 masih lama.

“Pemilu masih lama. Ya, yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat. Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Dia meminta semua pihak berfokus menuntaskan kerja-kerja yang telah diamanatkan oleh rakyat.

“Ya, saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu,” tuturnya.

Gerindra Belum Bahas Pemilu 2029

Ia menegaskan, di kalangan Partai Gerindra belum ada pembahasan soal pemilu yang akan datang.

“Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” ia menambahkan.

Menanggapi tanggapan tersebut, Partai Demokrat dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta pada Selasa (8/9/2026) menyatakan bahwa pidato AHY mengenai kekuasaan pada HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta awal September 2026 sama sekali tidak berkaitan dengan persiapan menuju Pilpres 2029.

“Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029. Pidato Politik Ketum AHY selalu berbicara mengenai konsep besar, gagasan-gagasan dan pemikiran besar. Masa depan bangsa dan negara. Nasib rakyat. Kemashalatan orang banyak. Seperti apa peran Demokrat, dalam memperjuangkan harapan rakyat,” demikian pernyataan Partai Demokrat.

Disebutkan bahwa pernyataan AHY mengenai kekuasaan harus dilihat secara utuh.

“AHY menegaskan, kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi, tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai. Di sinilah poin utamanya,” lanjut pernyataan itu.

Demokrat mengatakan AHY mengajak kadernya untuk meresapi makna keberadaan partai selama seperempat abad ini. Menurutnya, AHY meminta kader melakukan refleksi dan introspeksi diri.

“Beliau menegaskan dalam kalimat selanjutnya. Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan. Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, gunakanlah kekuasaan hari ini untuk melayani,” tulis pernyataan tersebut.

AHY, tambah pernyataan Partai Demokrat itu juga menegaskan kepada kader untuk tidak hanya hadir saat partai membutuhkan suara rakyat. Namun, AHY meminta partai hadir saat rakyat membutuhkan.(nor)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less