Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dinilai Banyak Jasanya Bagi Bangsa, Muhammadiyah Dukung Soeharto Menjadi Pahlawan Nasioal

Dinilai Banyak Jasanya Bagi Bangsa, Muhammadiyah Dukung Soeharto Menjadi Pahlawan Nasioal

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Di tengah menguatnya penolakan Presiden ke-2 Soeharto diangkat menjadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan mendukung Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Alasannya, Soeharto besar jasanya terhadap perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Dukungan Pimpinan Pusat Muhamadiyah tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad dalam keterangan di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

“Soeharto merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang layak memperoleh penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya selama masa perjuangan maupun kepemimpinan nasional. Karena itu kami mendukung Bapak Soeharto sebagai pahlawan nasional,” ujarnya seperti dikutip pada Kamis (6/11/2025).

Dia menyebut sejumlah jasa Soeharto. Mulai dari perang gerilya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 lalu program pembangunan terencana melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun  yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Lainnya, Soeharto juga berhasil membawa bangsa ini swasembada beras pada dekade 1980-an. Kemudian program Keluarga Berencana (KB) yang mampu menekan laju pertumbuhan penduduk.

Selain itu, stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan yang terjaga selama masa pemerintahannya.

“Ketika kita menghargai jasa kepahlawanan seseorang. Jangan dilihat dari perbedaan politik atau kepentingan apapun, kecuali kepentingan bangsa dan negara, terlepas dari kekurangan dan kesalahan seseorang,” dia menjelaskan.

Terkait proses penetapan gelar Pahlawan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Rabu (5/11/2025) mendadak dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara.

Dicegat awak media, Fadli Zon irit bicara terkait pemanggilan dirinya ke Istana Negara.

Dia hanya mengatakan, dirinya hanya diundang untuk hadir ke Istana Negara.

Seperti diketahui Dewan Gelar Pahlawan saat ini menggodok 40 nama untuk diberikan gelar pahlawan tahun ini. Salah satunya Presiden ke-2 Soeharto.

Pengumuman nama-nama pahlawan nasional ini akan diumumkan pada 10 November bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Ingat Jejak Masa Lampau

Namun, Ketua DPR yang juga Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani menyatakan, pihaknya menghormati proses yang bergulir di Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan terkait usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Soeharto.

Namun, dia menambahkan agar pemerintah mempertimbangkan bagaimana kepemimpinan Soeharto berjalan selama 32 tahun di masa Orde Baru.

“Pemerintah agar mengkaji secara teliti usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden ke-2 Soeharto,” tuturnya di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Selasa (4/11/2025).

Dia menyatakan, pemerintah juga harus mencermati rekam jejak masa lalunya sampai sekarang.

“Saya berharap bisa menghasilkan keputusan yang berlandaskan kajian secara matang. Sehingga pemberian gelar untuk Soeharto tidak dianggap sebagai keputusan tergesa-gesa,” ia menambahkan.

Soeharto Memenuhi Syarat Formal

Sedangkan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Minggu (2/11/2025) menyatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pihak-pihak yang menolak usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2, Soeharto.

“Masukan dan keberatan yang disampaikan oleh kelompok penolak tetap dipertimbangkan dalam forum tim pengkaji dan peneliti terkait Gelar Pahlawan Nasional,” kata Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Ia selanjutnya menyatakan, masukan dan keberatan tersebut akan dipelajari. Namun karena sudah memenuhi syarat formal maka Soeharto tetap kita usulkan ke Gelar Pahlawan,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, pihaknya tetap menghormati setiap perbedaan pendapat yang muncul di masyarakat terkait usulan tersebut.

Kementerian Sosial telah menyerahkan daftar 40 nama calon pahlawan nasional tahun 2025 kepada Kementerian Kebudayaan.

Dari 40 nama termasuk di dalamnya Presiden ke-2, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga pejuang buruh Marsinah.(nor)

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • IATTA Sukses Gelar Ekspedisi Stand Up Paddle di Danau Tondano

    IATTA Sukses Gelar Ekspedisi Stand Up Paddle di Danau Tondano

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Indonesia Adventure Travel & Trade (IATTA) Sulawesi Utara sukses menggelar kegiatan Stand Up Paddle (SUP). Kegiatan bertajuk “Coast to Coast” ini berlangsung pada Sabtu (28/3/2026). ​Tantangan Cuaca Ekstrem ​Rombongan memulai pendayuan dari Kafe Ma’nda, Kelurahan Paleloan, menuju Pulau Likri. Jalur tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 3 kilometer pulang-pergi. ​Para pendayung menghadapi tantangan […]

  • Tegas! Surya Paloh Membantah Isu Penggabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra

    Tegas! Surya Paloh Membantah Isu Penggabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 43
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra akhirnya terbantahkan. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjawab pertanyaan awak media seusai halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi di Nasdem Tower, Jakarta pada Kamis (16/4/ 2026) langsung membantah isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Pernyataan Surya Paloh itu seperti dikutip dari lama resmi Fraksi NasDem […]

  • Wabup Vanda Sarundajang: ABPEDNAS Minahasa Pastikan Dana Desa Transparan dan Akuntabel

    Wabup Vanda Sarundajang: ABPEDNAS Minahasa Pastikan Dana Desa Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 21
    • 0Komentar

    ​MINAHASA, INTANA.NEWS – Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Vanda Sarundajang, menegaskan peran penting Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS). Organisasi ini menjadi wadah komunikasi strategis bagi anggota BPD dan simpatisan di wilayah Kabupaten Minahasa. Wabup ​Vanda yang juga selaku Ketua Dewan Penasehat DPC ABPEDNAS Minahasa, menyatakan bahwa ABPEDNAS kini bersinergi erat dengan […]

  • Dandim Letkol Inf Bonaventura Hadiri Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-597 Minahasa

    Dandim Letkol Inf Bonaventura Hadiri Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-597 Minahasa

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Komandan Kodim (Dandim) 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso turut hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Minahasa dalam rangka Hari Jadi ke-597 tahun 2025. Acara tersebut digelar di Gedung Wale Ne Tou, Tondano Utara, Rabu (5/11/2025). Kehadiran Dandim Bonaventura bersama sekitar 350 peserta lainnya ini menegaskan sinergi TNI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa […]

  • Banyak Diprotes, Menteri Purbaya: Maaf Saya Nggak Sentimen Sama Pemerintah Daerah

    Banyak Diprotes, Menteri Purbaya: Maaf Saya Nggak Sentimen Sama Pemerintah Daerah

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 45
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dirinya bukan sentimen kepada pemerintah daerah (pemda) terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Dia hanya ingin percepatan belanja daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan yang ditargetkan mencapai 6 persen pada 2026. Ia menyatakan hal itu dalam Rapat Kerja Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (3/11/2025). […]

  • Peringatan Harkitnas ke-118, Sekda Lynda Watania Ingatkan Pentingnya Perlindungan Anak Digital

    Peringatan Harkitnas ke-118, Sekda Lynda Watania Ingatkan Pentingnya Perlindungan Anak Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Lynda D. Watania mengingatkan pentingnya perlindungan generasi muda di ruang digital saat upacara Hari Kebangkitan Nasional di Tondano, Rabu (20/5/2026). Kebijakan ini menjadi fokus kedaulatan informasi. ​Saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital, Lynda menyebutkan pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur tata kelola […]

expand_less