Maju Bakal Calon Hukum Tua, John F. Koampa Ingin Mengabdi Lebih Luas di Tombasian Atas
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 223
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Politik di tingkat desa sering kali lebih riuh dan emosional daripada pemilihan gubernur.
Di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, keriuhan itu menemukan momentum nya sendiri, Senin (20/4/2026).
John F. Koampa, S.Pd melangkah mantap menuju Sekretariat Panitia Pemilihan. Di tangannya, sebuah map berisi berkas.
Isinya bukan sekadar syarat administrasi, melainkan tiket untuk masuk ke gelanggang pengabdian yang berbeda: Bakal Calon Hukum Tua.
Bagi warga Tombasian Atas, John bukanlah orang asing. Ia adalah wajah lama dengan peran yang baru.
Publik mengenalnya sebagai pendidik tulen. Jabatan terakhirnya tidak main-main: Kepala SMP Negeri 6 Kawangkoan.
”Jika diberi kesempatan Saya ingin mengabdi lebih luas,” ujarnya singkat.
Bagi seorang pensiunan guru, “istirahat” rupanya tidak ada dalam kamus.
Panggilan untuk membenahi desa tampaknya lebih kuat daripada keinginan menikmati masa pensiun.
Ada idealisme yang belum tuntas. Ada disiplin sekolah yang ingin ia bawa ke balai desa. Panitia pemilihan menyambutnya dengan baik.
Langkah John ini menandai babak awal demokrasi di Tombasian Atas.
Pendaftaran masih akan terus dibuka sesuai jadwal. Namun, kehadiran seorang mantan kepala sekolah dalam bursa calon hukum tua memberikan warna tersendiri.
Ada harapan bahwa kepemimpinan desa di masa depan tidak lagi sekadar soal kekuasaan, melainkan soal tata kelola dan edukasi masyarakat.
Sebagaimana ia mengelola sekolah, kini ia bersiap mengelola harapan warga desa.
Pesta demokrasi desa telah dimulai. Dan John F. Koampa sudah berada di barisan depan. (*)
- Penulis: Anes Walean
