Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Maju Bakal Calon Hukum Tua, John F. Koampa Ingin Mengabdi Lebih Luas di Tombasian Atas

Maju Bakal Calon Hukum Tua, John F. Koampa Ingin Mengabdi Lebih Luas di Tombasian Atas

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, INTANA.NEWS  – Politik di tingkat desa sering kali lebih riuh dan emosional daripada pemilihan gubernur.

Di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, keriuhan itu menemukan momentum nya sendiri, Senin (20/4/2026).

​John F. Koampa, S.Pd melangkah mantap menuju Sekretariat Panitia Pemilihan. Di tangannya, sebuah map berisi berkas.

Isinya bukan sekadar syarat administrasi, melainkan tiket untuk masuk ke gelanggang pengabdian yang berbeda: Bakal Calon Hukum Tua.

​Bagi warga Tombasian Atas, John bukanlah orang asing. Ia adalah wajah lama dengan peran yang baru.

Publik mengenalnya sebagai pendidik tulen. Jabatan terakhirnya tidak main-main: Kepala SMP Negeri 6 Kawangkoan.

​”Jika diberi kesempatan Saya ingin mengabdi lebih luas,” ujarnya singkat.

​Bagi seorang pensiunan guru, “istirahat” rupanya tidak ada dalam kamus.

Panggilan untuk membenahi desa tampaknya lebih kuat daripada keinginan menikmati masa pensiun.

Ada idealisme yang belum tuntas. Ada disiplin sekolah yang ingin ia bawa ke balai desa. Panitia pemilihan menyambutnya dengan baik.

​Langkah John ini menandai babak awal demokrasi di Tombasian Atas.

Pendaftaran masih akan terus dibuka sesuai jadwal. Namun, kehadiran seorang mantan kepala sekolah dalam bursa calon hukum tua memberikan warna tersendiri.

​Ada harapan bahwa kepemimpinan desa di masa depan tidak lagi sekadar soal kekuasaan, melainkan soal tata kelola dan edukasi masyarakat.

Sebagaimana ia mengelola sekolah, kini ia bersiap mengelola harapan warga desa.

​Pesta demokrasi desa telah dimulai. Dan John F. Koampa sudah berada di barisan depan. (*)

  • Penulis: Anes Walean

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Minahasa Gelar Jumat Curhat di Desa Touliang Oki, Bahas Pencegahan Kejahatan dalam Keluarga

    Kapolres Minahasa Gelar Jumat Curhat di Desa Touliang Oki, Bahas Pencegahan Kejahatan dalam Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Kapolres Minahasa, AKBP S. Sophian, SIK, MH, menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama warga Desa Touliang Oki untuk membahas pencegahan tindak kejahatan dalam keluarga. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP S. Sophian menekankan pentingnya komunikasi dan pengawasan orang […]

  • Kodim 1302/Minahasa Siagakan Personel di Pos Terpadu Lebaran

    Kodim 1302/Minahasa Siagakan Personel di Pos Terpadu Lebaran

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Jajaran Kodim 1302/Minahasa terus memperkuat pengamanan wilayah selama momentum arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Personel TNI dan Polri tetap bersiaga di seluruh Pos Pengamanan (Pos Pam) Terpadu untuk menjamin keamanan masyarakat. ​Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga di wilayah Minahasa Raya. Selain itu, petugas fokus memantau titik […]

  • Babinsa Koramil 1302-17/Motoling Kebut Pembangunan Jembatan Ranoyapo

    Babinsa Koramil 1302-17/Motoling Kebut Pembangunan Jembatan Ranoyapo

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 12
    • 0Komentar

    MINSEL, INTANA.NEWS — Angkanya sangat presisi: 70,31 persen. ​Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya deretan angka di atas kertas laporan fisik. Namun, bagi masyarakat Desa Lompad Lama, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), angka tersebut adalah sebuah harapan yang sebentar lagi berwujud nyata. ​Itulah progres fisik pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga Sabtu siang (27/6/2026). Sebuah […]

  • Megawati Dipastikan Bakal Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni

    Megawati Dipastikan Bakal Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dipastikan hadir pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 yang bakal digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta. Hal itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat di Jakarta pada Sabtu (30/5/2026). “Insyaallah beliau hadir ya. Insyaallah beliau […]

  • Kerja Kolektif Bawa Minahasa Raih Opini WTP ke-12

    Kerja Kolektif Bawa Minahasa Raih Opini WTP ke-12

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ​Minahasa memang luar biasa. Kabupaten ini kembali mengukir sejarah. Jumat hari ini (29/5/2026), Bupati Robby Dondokambey menerima dokumen penting di Manado. Tempatnya di Kantor BPK Perwakilan Sulawesi Utara. Isinya sebuah kepastian, Minahasa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya. Secara berturut-turut. ​ Capaian penting ini lahir dari […]

  • Masih Tidak Terima Soeharto Dianugerahi Pahlawan Nasional, PDI Perjuangan Sebut Pemerintah Tuli

    Masih Tidak Terima Soeharto Dianugerahi Pahlawan Nasional, PDI Perjuangan Sebut Pemerintah Tuli

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 42
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Soeharto masih membuat PDI Perjuangan tidak habis pikir. Soeharto dinilai tidak layak mendapat gelar tersebut. Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut, pemerintah tuli dan mengabaikan gelombang penolakan gelar Pahlawan Nasional terhadap Soeharto. “Soeharto tidak layak dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah lantaran rekam jejaknya. […]

expand_less