‘Kemesraan’ di Makodim Minahasa: Saat Tugas Kedinasan Berakhir, Persaudaraan Selamanya
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Halaman Makodim 1302/Minahasa mendadak riuh, Jumat (15/5/2026).
Bukan oleh derap sepatu lars dalam upacara, melainkan oleh harmoni lagu Sayang-Sayang Si Patokaan dan Esamokan.
Para Danramil jajaran Kodim 1302/Minahasa bernyanyi, melepas rekan sejawat yang memasuki masa purna tugas.
Puncaknya, lagu Kemesraan dan Hidup Ini Adalah Kesempatan mengalun.
Liriknya seperti bicara langsung kepada mereka yang hari itu resmi menanggalkan rutinitas dinas harian.
Masa bakti formal boleh berakhir, namun bagi seorang prajurit, ikatan batin dengan satuannya tak pernah mengenal kata pensiun.
Kapten Inf Adri Kandowangko berdiri tegak saat menyampaikan kesan-pesannya.
Baginya, Kodim ini bukan sekadar tempat bekerja. “Saya menganggap Kodim ini rumah kedua saya,” ujarnya.
Ia telah melewati sekian banyak suka dan duka di tanah Minahasa.
Kapten Inf Adri menitipkan pesan kepada rekan-rekannya yang masih mengenakan seragam loreng aktif.
Ia meminta mereka tetap semangat dan menjaga nyala api dedikasi. Baginya, purna tugas bukan akhir dari segalanya.
Hubungan silaturahmi harus tetap dipererat agar keluarga besar Kodim 1302 semakin solid dan maju di masa depan.
Kesan pesan juga datang dari Serka Marcolinus Mentu, ia mengakui banyak memetik pelajaran dari para seniornya.
Di bawah arahan Dandim Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., ia merasa dibentuk menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Sementara itu, Pelda Fahrudin Padjha memberikan pengingat penting bagi para prajurit muda. “Cintai Kodim 1302 Minahasa dan hindari pelanggaran,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa disiplin adalah esensi prajurit yang harus dibawa hingga akhir hayat, baik di dalam maupun di luar barak.
Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F. S. memandang momen ini sebagai transisi pengabdian.
Ia berterima kasih atas loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan para anggotanya hingga masa pensiun tiba.
Menjaga kesehatan dan tetap menjalin komunikasi menjadi pesan utama sang Komandan.
”Kita tetap butuh masukan dan saran sebagai keluarga agar Kodim 1302 Minahasa semakin baik ke depan,” kata Letkol Bonaventura.
Ia ingin memastikan bahwa meskipun tugas kedinasan telah usai, pintu Makodim akan selalu terbuka bagi mereka sebagai bagian dari keluarga besar TNI Angkatan Darat.
Acara hari ini membuktikan satu hal, dalam dunia militer, yang pensiun hanyalah tugas administratifnya.
Jiwa korsa dan persaudaraannya, sebagaimana lagu yang mereka nyanyikan, akan tetap menjadi kemesraan yang tidak boleh cepat berlalu. (*)
- Penulis: Anes Walean
