Bencana di Desa Totolan dan Kesigapan Babinsa Koramil 1302-03/Kakas
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Jam di tangan menunjukkan pukul 11.55 Wita. Senin siang itu (19/5), langit di atas Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mendadak berubah mencekam.
Hanya dalam hitungan menit, angin puting beliung datang menghantam.
Herbi Tairas sedang berada di rumah saat bencana itu datang. Beliau bukan sekadar warga biasa.
Herbi adalah Hukum Tua, sebutan khas Minahasa untuk kepala desa di Totolan.
Namun, jabatan tak membuat rumahnya kebal dari amukan alam.
”Angin langsung menghantam. Seng garasi dan dapur rumah saya langsung berhamburan dibawa angin,” kenang Herbi.
Rumah sang kepala desa hanya satu dari sekian korban. Berdasarkan pendataan pasca-kejadian, total ada 15 unit rumah warga yang mengalami kerusakan.
Atap-atap seng beterbangan, struktur bangunan rumah kayu khas daerah setempat porak-poranda.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta. Angka yang besar untuk ukuran desa.
Beruntung, di tengah kepanikan yang luar biasa itu, tidak ada korban jiwa. Semua warga selamat.
Begitu mendengar jeritan warga dan gemuruh angin, Kopda Faisal tidak tinggal diam.
Babinsa dari Koramil 1302-03/Kakas itu langsung berlari menuju lokasi kejadian.
Ia langsung berbaur dengan warga, memeriksa kondisi lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakatnya.
Senin sore, suasana Desa Totolan mulai tenang, meski sisa-sisa puing atap masih berserakan.
Kopda Faisal, bersama Herbi Tairas dan perangkat desa lainnya, langsung berkeliling.
Bukan hanya untuk menenangkan warga yang syok, tapi juga melempar peringatan penting.
”Cuaca sekarang sedang berubah-ubah. Sangat tidak menentu. Kami mengimbau masyarakat untuk jauh lebih waspada,” kata Faisal, mengingatkan.
Bencana memang datang tanpa permisi, tapi kewaspadaan bisa memperkecil risiko yang ada. Totolan siang ini memberikan pelajaran berharga itu. (*)
- Penulis: Anes Walean
