Didominasi Kebakaran Lahan, Damkar Minahasa Tangani 76 Musibah Kedaruratan hingga Agustus 2026
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Minahasa saat memadamkan api dan menyelamatkan warga. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa mencatat sebanyak 76 peristiwa kedaruratan kebakaran terjadi di wilayahnya sepanjang kurun waktu Januari hingga pertengahan Agustus 2026.
Peristiwa tersebut didominasi oleh musibah kebakaran lahan dan bangunan permukiman warga.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan, porsi kebakaran lahan menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 37 kasus atau sekitar 48,6 persen dari total kejadian.
Posisi kedua ditempati oleh kebakaran bangunan sebanyak 35 kasus (46 persen). Sementara itu, sisanya terdiri atas 2 kasus gangguan instalasi listrik serta 2 kasus kebakaran kendaraan bermotor.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa Melky Luvy Rumate menyampaikan, tingginya angka kebakaran lahan dipengaruhi oleh dinamika cuaca serta aktivitas pembersihan lahan oleh warga yang tidak terawasi dengan baik.
”Sejak Januari hingga Selasa, 11 Agustus 2026 hari ini, personel kami telah menangani 76 musibah kebakaran. Kasus terbanyak adalah kebakaran lahan, disusul kebakaran bangunan atau pemukiman,” ujar Melky kepada intana.news Selasa (11/8/2026).
Meski kebakaran lahan mendominasi secara kuantitas, ancaman terhadap keselamatan jiwa dan kerugian material terbesar umumnya bersumber dari kebakaran bangunan.
Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa subuh di Desa Amongena 3, Jaga 1, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa.

Petugas Damkar Minahasa saat berupaya memadamkan api. (Foto: Dok/stimewa)
Laporan peristiwa diterima Pos Damkar Minahasa pukul 04.15 WITA dari Komandan Regu Unit 60, Nicky P. Armada pemadam tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.20 WITA dengan response time 8 menit.
Musibah tersebut melahap dua rumah tinggal milik keluarga Manopo-Pongayouw dan Olga Ferip-Manopo, serta satu unit bengkel milik Ko In Oroh Wotulo.
Sebanyak 17 personel gabungan terdiri dari 14 personel Damkar dan 3 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa dikerahkan ke lokasi dengan dukungan lima unit armada Damkar dan satu unit mobil tangki BPBD.
Di tengah proses pemadaman, petugas menyelamatkan pemilik bengkel, Ko In Oroh Wotulo, yang sempat terjebak di dalam bangunan yang mulai runtuh.
Korban yang mengalami luka bakar berhasil dievakuasi dan langsung dirujuk ke Puskesmas Wolaang untuk penanganan medis.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.05 WITA. Berdasarkan investigasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menyambar bahan mudah terbakar di dalam area bengkel, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp 200 juta.
Menghadapi potensi peningkatan kasus di paruh kedua tahun 2026, Dinas Damkar Minahasa menginstruksikan jajarannya untuk siaga serta mengimbau masyarakat agar memperkuat langkah mitigasi secara menyeluruh, baik di area lahan hijau dan perkebunan maupun kawasan permukiman padat.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembersihan lahan atau pembakaran sampah tanpa pengawasan, terutama di area yang berdekatan dengan fasilitas publik atau permukiman.
Selain itu, pemeriksaan berkala instalasi listrik pada bangunan tua maupun tempat usaha dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan arus pendek.
”Kesadaran pencegahan mandiri dari masyarakat sangat krusial. Kecepatan pelaporan warga ke Pos Damkar terdekat juga menjadi penentu utama dalam menekan tingkat kerusakan dan mengantisipasi jatuhnya korban jiwa,” tutur Melky.
Tingginya angka kebakaran lahan di Minahasa ini beriringan dengan langkah antisipasi fenomena iklim yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
Pemkab Minahasa sebelumnya telah mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat dampak El Nino pada tahun 2026.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana yang dipicu kondisi cuaca kering berkepanjangan, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS. M.A.P. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan serta mengambil langkah pencegahan sejak dini.
“Tingkatkan kewaspadaan, cegah bencana, lindungi diri, keluarga, dan lingkungan,” demikian pesan dalam imbauan kesiapsiagaan bencana Pemkab Minahasa.
Selain memperketat pengawasan terhadap pemicu kebakaran, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang berlangsung lama. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar