Kapolri Jenderal Listyo Persilakan Pengusaha Laporkan Aksi Pungutan Liar dan Premanisme
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Foto:Dok/monitorday.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Aksi pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme dapat membuat investor ragu untuk berinvestasi di Indonesia.
Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta pengusaha untuk melaporkan aksi tersebut.
“Silakan untuk dilaporkan dan kepolisian tentu akan segera menindaklanjuti. Sehingga kemudian para investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” katanya di Bekasi pada Jumat (11/9/2026).
Dia menyebutkan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha.
“Keamanan diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja, menjamin kelancaran operasional perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Indonesia,” katanya.
Ia memastikan bahwa Polri akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan.
“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” dia menegaskan.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.(nor)

Saat ini belum ada komentar