Respons 11 Menit Damkar Minahasa Jinakkan Api di Eris, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto saat tim Damkar berjibaku melawan api dan bersiaga di lokasi kebakaran untuk melokalisir si jago merah. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news — Suasana pagi di Desa Touliang Oki, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, mendadak berubah tegang, Rabu (16/9/2026).
Di tengah kepulan asap hitam yang membubung, puluhan petugas pemadam kebakaran berjibaku melawan amukan si jago merah yang melahap kawasan permukiman warga.
Berkat respons cepat dengan waktu tanggap (response time) hanya 11 menit, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa berhasil melokalisir api dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah yang menelan kerugian material hingga sekitar Rp1 miliar tersebut.
Kepala Dinas Damkar Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., yang memimpin langsung jalannya operasi, mengungkapkan bahwa laporan darurat pertama kali diterima dari seorang warga bernama Ibu Inri pada pukul 07.05 WITA.
Tanpa membuang waktu, jajarannya langsung bergerak ke lapangan dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.16 WITA.
Operasi pemadaman yang tercatat sebagai penanganan ke-156 oleh instansi ini mengerahkan kekuatan penuh.
Sebanyak 27 personel diterjunkan dengan dukungan armada berlapis, mulai dari unit komando, kendaraan operasional sekdis, jajaran unit taktis lapangan, hingga bantuan satu unit mobil suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa.
Petugas harus bekerja keras selama tiga setengah jam penuh untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Meski prioritas penyelamatan nyawa berhasil dituntaskan dengan sempurna, musibah ini meninggalkan pukulan berat bagi sejumlah kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Data di lapangan mencatat rumah yang terdampak dihuni oleh keluarga besar Karamoy Walangare, Rian Karamoy Dotulong, Berry Timpolas Lumentut, Rita Koyoh Timpolas, Esty Uloli, dan Kaendo Karamoy.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa di Desa Touliang Oki ini kembali mengetuk kesadaran kolektif kita tentang pentingnya kewaspadaan dini terhadap ancaman kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Sering kali, musibah bermula dari hal-hal tersembunyi yang luput dari perhatian, seperti korsleting pada instalasi listrik yang menumpuk atau kelalaian kecil di area dapur.
Damkar Minahasa mengimbau masyarakat untuk senantiasa melakukan langkah pencegahan preventif, seperti memeriksa jaringan listrik secara berkala, memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum beristirahat, serta menjaga kelapangan akses jalan di pemukiman agar armada darurat dapat melintas tanpa hambatan.
Di balik sisa abu kebakaran, dedikasi tanpa kenal lelah yang ditunjukkan para petugas di garis depan menjadi bukti nyata pengabdian kemanusiaan demi keselamatan sesama. (nes)

Saat ini belum ada komentar