Kadernya Bupati Bolmut Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, PDI Perjuangan Siapkan Sanksi Tegas
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sirajudin Lasena. (Foto: Dok/Prokopim Bolmut)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sirajudin Lasena terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penerimaan uang di proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut.
Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Andreas Hugo Pareira menyatakan, partainya bakal mengambil tindakan terhadap kader tersebut. Namun, tentang wujud tindakan itu masih menunggu laporan lebih lanjut dari KPK.
“Iya saya baca di berita media. Tapi pasti akan mengambil tindakan sambil menunggu laporan (lebih lanjut) kalau sudah seperti OTT, seperti itu sih ya,” katanya di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Selasa (22/9/2026).
Selanjutnya ia mengemukakan, PDI Perjuangan terus memantau perkembangan kasus yang menjerat Sirajudin Lasena tersebut.
Sebelumnya, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penerimaan uang di proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, pihaknya telah mengamankan sedikitnya 14 orang dari tiga lokasi berbeda.
“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya Bupati Bolmut. Delapan orang diamankan di Sulawesi Utara, di antaranya di Kabupaten Bolmut, dan satu orang lainnya di Gorontalo,” dia mengungkapkan.
Disebutkan bahwa pihak yang diamankan terdiri atas bupati, kepala dinas, aparatur sipil negara (ASN) lain dan pihak swasta.(nor)

Saat ini belum ada komentar