Oleh-oleh dari Moskow dan Paris: Energi Sampah hingga Hilirisasi
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto tidak membuang waktu sedikit pun. Beliau tiba di Tanah Air pada Kamis (16/04/2026).
Kakinya baru saja menginjak bumi pertiwi usai lawatan panjang. Rusia dan Prancis menjadi tujuan utama perjalanan diplomatik tersebut. Namun, Presiden tidak memilih untuk beristirahat lama.
Presiden langsung memanggil para menteri Kabinet Merah Putih.
Ia menggelar Rapat Terbatas (Ratas) pada hari yang sama. Agenda utamanya adalah akselerasi Program Strategis Nasional (PSN).
Prabowo ingin hasil diplomasi luar negeri segera membumi. Ia menuntut implementasi kebijakan yang konkret dan juga terukur.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan beberapa sektor krusial. Fokus pertama adalah bidang pendidikan dan ketahanan pangan.
Ia juga memberikan perhatian besar pada hilirisasi industri. Selain itu, isu lingkungan masuk dalam prioritas utama pemerintah.
Salah satu poin menarik adalah pemanfaatan sampah menjadi energi.
Sektor ini menjadi bagian penting transformasi ekonomi berkelanjutan.
Pemerintah ingin mengintegrasikan hasil kunjungan luar negeri ke kebijakan domestik.
Oleh karena itu, sinergi antar-lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kecepatan kerja dalam forum tersebut. Ia meminta seluruh jajaran kabinet bergerak serempak.
”Kita harus mempercepat implementasi program-program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam rapat tersebut.
Rapat ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengejar target nasional.
Presiden ingin setiap kunjungan kerja membawa manfaat nyata bagi rakyat.
Transformasi ekonomi harus dirasakan melalui program-program yang telah dicanangkan. (Sumber:BPMI Setpres)
- Penulis: Anes Walean
