Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INTANA.NEWS – Siapa yang tak kenal lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” milik Iwan Fals? Di balik lirik sederhana dan melodi yang mudah diingat, tersimpan kisah pahit dan perjuangan seorang guru Indonesia.

Lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan juga cerminan nyata dari kondisi guru di negeri ini. Melalui nada-nada yang menggelitik hati, Iwan Fals berhasil menyuarakan jeritan hati para pahlawan tanpa tanda jasa.

Lagu ini menceritakan sosok Bapak Umar Bakri, seorang guru yang menjadi simbol pengabdian tulus meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Dalam liriknya, Iwan Fals menggambarkan kehidupan sehari-hari Bakri, yang memulai hari dengan secangkir kopi sambil membawa tas hitam dari kulit buaya, sebuah simbol kesederhanaan dan semangat yang tak kenal lelah.

Bakri mengajar dengan penuh dedikasi, meskipun harus melalui jalan berlubang dan rintangan lainnya, baik di dalam maupun di luar kelas.

Namun, di balik dedikasi yang tinggi, lagu ini dengan tajam menggambarkan kenyataan pahit yang dihadapi oleh para guru, terutama dalam hal kesejahteraan.

Meskipun telah mencetak banyak generasi penerus bangsa yang sukses, termasuk menteri, profesor, dan insinyur, gaji para guru tetap jauh dari harapan. Iwan Fals melalui lirik “gaji guru seperti dikebiri” menyuarakan ketidakadilan yang dialami para pengabdi pendidikan ini.

Lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” lebih dari sekadar protes, ia adalah bentuk penghargaan untuk para guru yang telah bekerja keras tanpa pamrih, namun sering kali terabaikan. Iwan Fals menyalurkan suara bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang sering kali terpinggirkan meskipun telah memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa.

Lewat karya ini, Iwan Fals kembali membuktikan bahwa musik tidak hanya bisa menghibur, tetapi juga menjadi alat perjuangan untuk keadilan.

“Tas Hitam dari Kulit Buaya” menjadi pengingat bahwa nasib guru, yang menjadi pilar utama dalam mencerdaskan bangsa, seharusnya lebih diperhatikan dan dihargai.

Lagu ini mengajak kita semua untuk melihat lebih dalam lagi kondisi pendidikan di Indonesia dan berusaha mewujudkan perubahan yang lebih baik untuk para pendidik.(nes)

  • Penulis: Anes Walean

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinggalkan Jejak Pengabdian, Kapolres Minahasa Apresiasi Dedikasi Tiga Personel yang Pensiun

    Tinggalkan Jejak Pengabdian, Kapolres Minahasa Apresiasi Dedikasi Tiga Personel yang Pensiun

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Upacara Wisuda Purnawira / Purnabakti yang digelar di Polres Minahasa, Senin (20/01/2025) berlangsung penuh haru dan khidmat. Tiga personel Polri yang telah mengabdi dengan sepenuh hati kini resmi memasuki masa pensiun. Mereka adalah AKP Nousje Jonly Polii, AKP Joni Tiha, dan IPDA Matheos Maluhima, yang selama bertugas telah memegang posisi strategis di institusi […]

  • Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Minahasa Selatan Capai 70,5 Persen

    Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Minahasa Selatan Capai 70,5 Persen

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINSEL, INTANA.NEWS – Kodim 1302/Minahasa kawal pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lompad Lama, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) , Kamis (4/6/2026). Hingga pukul 10.51 WITA, proyek fisik ini telah mencapai 70,5 persen. ​Jembatan penyeberangan tersebut membentang di atas Sungai Ranoyapo. Infrastruktur ini dirancang dengan dimensi ukuran 50 meter kali 1,2 meter. Aparat teritorial […]

  • Jenazah Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata

    Jenazah Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan) masa bakti 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta pada Senin (1/6/2026) siang. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam prosesi pemakaman tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit […]

  • Bupati Minahasa Robby Dondokambey Kukuhkan Anggota Paskibraka 2026

    Bupati Minahasa Robby Dondokambey Kukuhkan Anggota Paskibraka 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    TONDANO, INTANA.NEWS — Pemerintah Kabupaten Minahasa resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa Tahun 2026 di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (10/8/2026). Anggota Paskibraka yang dikukuhkan tersebut dipersiapkan untuk mengemban tugas utama mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang. Pengukuhan […]

  • Polres Minahasa Salurkan 2,4 Ton Jagung Petani ke Bulog

    Polres Minahasa Salurkan 2,4 Ton Jagung Petani ke Bulog

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – ​Polres Minahasa menyalurkan 2,4 ton jagung panen petani binaan kepada Perum Bulog di wilayah Minahasa, Kamis (18/6/2026). Sebelumnya, para petani mendapat pendampingan intensif dari aparat. Polsek jajaran Polres Minahasa rutin turun ke area perkebunan. ​Pendampingan ini fokus pada metode perawatan tanaman. Tujuannya adalah untuk mendongkrak produktivitas pertanian masyarakat. Hasilnya terbukti dari volume […]

  • 32 Prajurit Kodim Minahasa Diusulkan Naik Pangkat di Korem 131/Santiago

    32 Prajurit Kodim Minahasa Diusulkan Naik Pangkat di Korem 131/Santiago

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Sebanyak 32 personel Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa diusulkan untuk Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1 April 2026. Usulan ini disampaikan dalam Sidang Jabatan Perwira Triwulan IV TA 2025 dan UKP yang digelar di Ruang Rapat Makorem 131/Santiago, Manado, Rabu (12/11/2025). ​Perwira Staf Personalia Kodim 1302/Minahasa, Kapten Czi Sutrisno, hadir mengikuti sidang yang […]

expand_less