Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

Di Balik Tas Hitam, Kisah Pahit Guru yang Membangun Negeri

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INTANA.NEWS – Siapa yang tak kenal lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” milik Iwan Fals? Di balik lirik sederhana dan melodi yang mudah diingat, tersimpan kisah pahit dan perjuangan seorang guru Indonesia.

Lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan juga cerminan nyata dari kondisi guru di negeri ini. Melalui nada-nada yang menggelitik hati, Iwan Fals berhasil menyuarakan jeritan hati para pahlawan tanpa tanda jasa.

Lagu ini menceritakan sosok Bapak Umar Bakri, seorang guru yang menjadi simbol pengabdian tulus meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Dalam liriknya, Iwan Fals menggambarkan kehidupan sehari-hari Bakri, yang memulai hari dengan secangkir kopi sambil membawa tas hitam dari kulit buaya, sebuah simbol kesederhanaan dan semangat yang tak kenal lelah.

Bakri mengajar dengan penuh dedikasi, meskipun harus melalui jalan berlubang dan rintangan lainnya, baik di dalam maupun di luar kelas.

Namun, di balik dedikasi yang tinggi, lagu ini dengan tajam menggambarkan kenyataan pahit yang dihadapi oleh para guru, terutama dalam hal kesejahteraan.

Meskipun telah mencetak banyak generasi penerus bangsa yang sukses, termasuk menteri, profesor, dan insinyur, gaji para guru tetap jauh dari harapan. Iwan Fals melalui lirik “gaji guru seperti dikebiri” menyuarakan ketidakadilan yang dialami para pengabdi pendidikan ini.

Lagu “Tas Hitam dari Kulit Buaya” lebih dari sekadar protes, ia adalah bentuk penghargaan untuk para guru yang telah bekerja keras tanpa pamrih, namun sering kali terabaikan. Iwan Fals menyalurkan suara bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang sering kali terpinggirkan meskipun telah memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa.

Lewat karya ini, Iwan Fals kembali membuktikan bahwa musik tidak hanya bisa menghibur, tetapi juga menjadi alat perjuangan untuk keadilan.

“Tas Hitam dari Kulit Buaya” menjadi pengingat bahwa nasib guru, yang menjadi pilar utama dalam mencerdaskan bangsa, seharusnya lebih diperhatikan dan dihargai.

Lagu ini mengajak kita semua untuk melihat lebih dalam lagi kondisi pendidikan di Indonesia dan berusaha mewujudkan perubahan yang lebih baik untuk para pendidik.(nes)

  • Penulis: Anes Walean

Rekomendasi Untuk Anda

  • LSM Waraney Puser In Tana Tolak Rencana Kedatangan Ustad Abdul Somad di Sulut

    LSM Waraney Puser In Tana Tolak Rencana Kedatangan Ustad Abdul Somad di Sulut

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 40
    • 0Komentar

    MANADO, INTANA.NEWS — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Adat Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut (WPITTL) Sulawesi Utara mengambil sikap tegas. Mereka menyatakan menolak keras rencana kedatangan Ustad Abdul Somad ke Sulawesi Utara. Penolakan tersebut berkaitan dengan agenda Safari Dakwah sang penceramah di wilayah tersebut. ​Ketua Umum LSM Adat WPITTL, John Pandeirot, menandatangani langsung surat pernyataan […]

  • HUT ke-85 GSJA, Bupati Robby Dondokambey Ajak Jemaat Perkuat Kerukunan

    HUT ke-85 GSJA, Bupati Robby Dondokambey Ajak Jemaat Perkuat Kerukunan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 64
    • 0Komentar

    ​MINAHASA, INTANA.NEWS – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menghadiri Ibadah Syukur Paskah di Lapangan Schwarz Langowan, Jumat (1/5/2026). Momentum ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA). ​ Ibadah berlangsung khidmat dengan pesan rohani dari Bendahara Umum GSJA Indonesia, Pdt. Putu Oke Noerdiari. Ia menegaskan makna kebangkitan Kristus […]

  • Jaksa Agung Tegaskan Jangan Ada Kriminalisasi Kepala Desa Kecuali Terbukti Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

    Jaksa Agung Tegaskan Jangan Ada Kriminalisasi Kepala Desa Kecuali Terbukti Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 174
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Aparat kejaksaan diminta tidak menjadikan kepala desa sebagai tersangka. Bila menemukan kepala desa yang menyimpang agar dilakukan pembinaan. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan hal tersebut dalam acara ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 di Jakarta pada Minggu (19/4/2026) malam. “Saya tidak bangga jika jajaran kejaksaan memproses hukum kepala desa. Saya juga mengharapkan dan […]

  • Lima Kali Absen Rapat dengan Komisi II DPR, Berikut Alasan Mendagri Tito Karnavian

    Lima Kali Absen Rapat dengan Komisi II DPR, Berikut Alasan Mendagri Tito Karnavian

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Akhirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Senin (30/3/2026) bisa menghadiri rapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebelumnya, Tito tercatat sebanyak lima kali absen dalam rapat dengan Komisi II DPR. Apa alasannya lima kali absen tersebut? Mendagri Tito menyatakan bahwa dirinya berhalangan hadir dalam rapat-rapat sebelumnya karena mesti menjalankan […]

  • Tim UPRC Samapta Polres Minahasa Tangkap Remaja Terduga Pencuri Motor

    Tim UPRC Samapta Polres Minahasa Tangkap Remaja Terduga Pencuri Motor

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 16
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – ​Tim UPRC Samapta Polres Minahasa menangkap remaja berinisial NHW (15) karena diduga mencuri sepeda motor di Pasar Atas, Tondano, Senin (8/6/2026). ​Peristiwa bermula saat warga melaporkan kehilangan satu unit Honda Vario 160 di area tempat permainan biliar pukul 21.00 WITA. Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal. […]

  • Tim Resmob Minahasa Ringkus Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Langowan Selatan

    Tim Resmob Minahasa Ringkus Dua Terduga Pelaku Penganiayaan di Langowan Selatan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 54
    • 0Komentar

    ​MINAHASA, INTANA.NEWS – Tim Resmob Satreskrim Polres Minahasa meringkus dua pria atas dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Penangkapan berlangsung di Desa Atep, Kecamatan Langowan Selatan, Senin (27/4/2026). Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan resmi mengenai aksi kekerasan tersebut. ​Tim II Resmob di bawah pimpinan Katim Aipda Suryadi SH mengamankan terduga pelaku berinisial BM (32) […]

expand_less