HUT Ke-61 GMIM Sion Tounelet, Wabup Vanda Minta Jemaat Manfaatkan Lahan Tidur dan Jaga Kerukunan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Sonder selalu punya cara untuk memikat siapa pun, udara dinginnya, hamparan hijaunya, dan kedewasaan warganya.
Hari itu, kehangatan di salah satu sudut Minahasa ini berlipat ganda.
Jemaat GMIM Sion Tounelet sedang bersyukur. Usia pelayanan mereka genap 61 tahun. Sebuah angka yang matang. Bukan lagi sekadar masa pertumbuhan, melainkan waktu untuk berbuah manis.
Di tengah suasana syukur itu, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, berdiri di mimbar.

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP.
Kehadirannya membawa pesan penting yang sejalan dengan garis kebijakan Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P.
Langkah konkret pemerintah daerah di bawah kepemimpinan mereka belakangan ini memang sedang berfokus penuh pada tiga pilar utama: stabilitas sosial pasca-Pemilihan Hukum Tua (Pilhut), penguatan ketahanan pangan, serta kelestarian lingkungan hidup.
Wabup Vanda tidak sedang ingin berteori tentang angka-angka perekonomian skala besar yang rumit di atas mimbar gereja.
Pesannya langsung menyentuh urusan dapur warga melalui sebuah gerakan praktis, memanfaatkan lahan tidur.
”Tanam apa yang kita makan, dan makan apa yang kita tanam,” ujarnya.
Sonder dikaruniai tanah yang subur. Di berbagai kesempatan, Bupati Robby Dondokambey menegaskan, inflasi daerah paling efektif dikendalikan dari tingkat terkecil, yaitu keluarga.
Jika setiap pekarangan rumah jemaat ditanami cabai, tomat, atau bawang, komoditas harian yang paling sering memicu lonjakan harga, maka urusan pangan selesai di tingkat rumah tangga.
Gereja, dalam kacamata pemerintah, adalah motor penggerak paling efektif untuk kesadaran kolektif seperti ini.
Namun, perayaan hari itu memiliki urgensi sosial yang lebih dalam.
Kabupaten Minahasa baru saja merampungkan agenda besar Pemilihan Hukum Tua serentak yang berlangsung aman dan kondusif.
Di tengah warga, kontestasi politik tingkat desa sering kali meninggalkan sisa-sisa gesekan yang sensitif jika tidak segera ditangani.
Di sinilah relevansi kepemimpinan daerah itu terlihat nyata.
Bupati Robby Dondokambey, bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, (RD-Vasung) belakangan ini terus menyuarakan pentingnya meninggalkan perbedaan pilihan politik demi merajut kembali tali persaudaraan.
Di Sonder, pesan persatuan itu kembali ditekankan secara langsung.
”Rangkul segala perbedaan,” tegas Vanda di hadapan jemaat.
Bagi pemerintah daerah, bilik suara sudah ditutup dan proses demokrasi telah selesai.
Saatnya seluruh elemen masyarakat kembali bergandengan tangan untuk membangun desa.
Kedewasaan iman sebuah jemaat harus tercermin dari bagaimana mereka menjaga kerukunan dengan sesama, tanpa memandang perbedaan pilihan politik yang lalu.
Gereja diharapkan menjadi ruang pendingin yang merekatkan kembali hubungan warga.
Kesadaran warga Sonder tidak hanya diuji dalam hal merawat kerukunan, tetapi juga dalam menjaga alamnya yang indah.
Selaras dengan keasrian wilayah Sonder, Wabup Vanda menyelipkan ajakan penting terkait kebersihan lingkungan.
Jemaat diajak untuk terlibat aktif mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan “Minahasa ASRI” (Aman, Sehat, Rindang, Indah).

Pdt. Novly Pua, M.Th.(Foto: Dok/istimewa)
Ibadah syukur yang khidmat itu dipimpin oleh Pdt. Novly Pua, M.Th.
Sebagai Ketua BPMJ GMIM Sion Tounelet sekaligus Ketua BPMW Sonder Satu, Pdt. Novly meramu pesan firman yang menguatkan spiritualitas sekaligus mendorong kemandirian jemaat.
Menariknya, kehadiran pemerintah hari itu bukan sekadar formalitas protokoler. Jajaran birokrasi mendampingi Wakil Bupati secara fungsional.
Tampak hadir Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD, Kadis Dukcapil, Kadis Kominfo, Kadis Perdagangan, Kabag Kerja Sama, hingga Camat Sonder.
Di barisan kursi undangan, tampak hadir para hamba Tuhan yang pernah melayani di jemaat ini pada masa lampau.
Mereka duduk bersama seluruh Pelayan Khusus, jemaat, dan tamu undangan. (nes)
- Penulis: Anes Walean
