Jenazah Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jenazah mantan Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta untuk prosesi pemakaman secara militer.(Foto:Dok/tirto.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan) masa bakti 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta pada Senin (1/6/2026) siang.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam prosesi pemakaman tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Juga hadir Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Wamenkopolkam Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, dan sejumlah pejabat serta kerabat.
Jenazah Ryamizard dimakamkan di Blok M/117 Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.
Sebelumnya, jenazah Ryamizard telah disemayamkan di kantor Kementerian Pertahanan sejak pukul 07.30 WIB untuk menjalani upacara penghormatan terakhir sebelum diberangkatkan menuju TMP Nasional Utama Kalibata.
Upacara diawali dengan penghormatan kepada jenazah, tabur bunga oleh keluarga dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan ditutup dengan penguburan oleh petugas pemakaman.
Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, menuju ke Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan di Ruang Hening Kementerian Pertahanan.
Dalam upacara persemayaman yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan, hadir Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan.
Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta pada Minggu (31/5/2026) siang sekitar pukul 14.03 WIB.
Riwayat Hidup Ryamizard Ryacudu
Dikutip dari wikipedia.org, Ryamizard merupakan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja yang dipimpin Joko Widodo pada 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.
Ryamizard adalah putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI AD yang dekat dengan Soekarno. Dia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari Try Sutrisno dan juga merupakan abang dari Syamsurya Ryacudu.
Ryamizard lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan melakukan pendidikan Sekolah Khusus Calon Perwira dari tahun 1985 hingga 1986. Lima tahun kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1991.
Ia mulai dikenal secara luas setelah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.
Saat terjadinya gesekan elit nasional pada masa presiden Gus Dur, Ryamizard yang saat itu menjabat Pangdam Jaya mengancam siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya.
Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.
Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian menggantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.
Ia pernah dicalonkan di akhir masa jabatan presiden Megawati sebagai Panglima TNI. Namun pada saat pergantian presiden dari Megawati ke SBY namanya dianulir, nama Marsekal Djoko Suyanto yang akhirnya dipilih sebagai Panglima TNI pada tahun 2006, karena namanya dianulir oleh SBY.
Baca juga:
Pemkab Minahasa Gelar Bakti Massal, Fokus pada Drainase dan Ketahanan Pangan
Ryamizard dianggap sebagai “orang Megawati”. Pencalonannya sebagai Panglima TNI dibatalkan oleh SBY dengan memperpanjang jabatan Endriartono Sutarto, sehingga menimbulkan kecurigaan konflik pribadi antara SBY dan Ryamizard, seperti yang diungkapkan oleh Abdurrahman Wahid.
Setelah akhirnya pensiun dari militer, ia mengaku tidak ingin masuk ke dunia politik, tetapi pada tahun 2008, saat ikut dalam deklarasi Majelis Kebangsaan Indonesia, ia sempat menyatakan mempertimbangkan menjadi Calon Presiden bila mendapat dukungan.
Pada 27 Januari 2009, ia diundang ke Rakernas PDI Perjuangan menggantikan Hidayat Nur Wahid yang tidak jadi diundang, sehingga memunculkan namanya sebagai salah satu cawapres Megawati.
Namanya sempat diisukan sebagai salah satu calon wakil presiden Joko Widodo, walaupun akhirnya Jusuf Kalla yang terpilih. Ia lalu mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan terlibat dalam pembekalan relawan selama kampanye Pilpres. Ryamizard Ryacudu kemudian ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja.(*)
- Penulis: Norman Meoko
