Sukses WTP ke-12, Bupati Minahasa ‘Buka Kartu’ Soal Disiplin P3K dan Syarat Cair Gaji ke-13
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Ibadah Oikumene bulan Juni di Gedung Wale Ne Tou hari Rabu ini terasa berbeda.
Ada rasa syukur, tetapi ada juga peringatan keras.
Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si. M.A.P., didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang S.S., dan Ketua TP-PKK Martina Dondokambey-Lengkong, SE., langsung buka kartu soal evaluasi kinerja di hadapan pegawainya.

Kabar baiknya jelas. Pemkab Minahasa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Ini bukan yang pertama, melainkan yang ke-12 kali berturut-turut.
Hebatnya lagi, peringkat kepatuhan anggaran Minahasa melonjak tajam. Dari posisi dua terbawah pada tahun lalu, kini melesat ke urutan tiga besar di Sulawesi Utara.

Namun, bukan Bupati Robby namanya jika cepat puas.
Di balik tepuk tangan keberhasilan WTP itu, Bupati Robby langsung menyampaikan soal kedisiplinan pegawai, khususnya para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang memadati gedung bersama unsur Forkopimda dan para kepala dinas.

Ia sempat menghitung jumlah P3K yang mencapai 2.000-an orang.
Mengapa kedisiplinan ini penting ? Ternyata ada hubungannya dengan isi dompet.
Pemkab Minahasa sedang menyiapkan pencairan gaji ke-13 dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam minggu berjalan ini.
Di tengah situasi inflasi yang menekan ekonomi keluarga, dana segar ini tentu sangat dinantikan.
”Semua daerah belum tentu siap mencairkan ini sekarang. Namun, hak ini akan kami penuhi karena jajaran sudah bekerja baik meraih WTP,” kata Bupati Robby.

Meski begitu, ada syarat mutlak yang diberikan. Gaji dan tunjangan akan dibayarkan, tetapi evaluasi kedisiplinan tetap berjalan.
Bupati menegaskan tidak ingin menyamakan perlakuan antara pegawai yang rajin bekerja dengan mereka yang malas-malasan.
Keadilan insentif harus berdasarkan kinerja nyata.
Di akhir sambutan, perhatian Bupati beralih ke ruang publik. Ia meminta instansi terkait segera membersihkan sisa pohon tumbang yang memblokade jalan di beberapa titik akibat cuaca buruk.
Bagi Bupati Robby, pelayan masyarakat adalah kombinasi antara ketaatan rohani dan kecepatan eksekusi di lapangan. (nes)
- Penulis: Anes Walean
