Lebih Jauh dengan Teddy Boudewyn Wewengkang, Hukum Tua Terpilih Desa Kamangta Pastikan Generasi Muda Siap Bersaing!
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Teddy Boudewyn Wewengkang.(Foto:Dok/Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemilihan Hukum Tua di Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara telah berakhir pada Kamis (11/6/2026) pekan lalu.
Kandidat nomor urut 4 yakni Teddy Boudewyn Wewengkang dipastikan sebagai Hukum Tua Desa Kamangta masa bakti 2026-2034 setelah memperolehan 462 suara dari tiga kandidat lainnya yakni Laurens R. Mandagie, Nova A. Worotikan dan Jefferson Rorong.
Apa dan bagaimana Desa Kamangta ke depan, intana.news wawancara khusus dengan Hukum Tua Terpilih Teddy Boudewyn Wewengkang di kediamannya pada Sabtu (27/6/2026) siang.
Berikut petikan wawancaranya:
Dalam pemaparan visi dan visi pada Kamis (11/6/2926) lalu Anda berkeinginan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Kamangta. Bisa dijelaskan latar belakangnya?
Awalnya saya bertemu dengan tokoh masyarakat dan aktivis adat terkemuka di Sulawesi Utara yakni Pak Ishak Tambani.
Dalam pertemuan itu dia sampaikan perlunya ada Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) di Desa Kamangta. Saya pikir ini gagasan yang baik.
Karena itu saat bertemu dengan Wakil Gubernur Pak Victor Mailangkay saat mendampingi kunjungan Dubes Indonesia untuk China dan Mongolia Pak Djauhari Oratmangun ke Desa Kamangta pada 19 Januari 2026 lalu saya menyampaikan keinginan pendirian SMK di Desa Kamangta.
Saya katakan bahwa ini sangat penting sebagai bagian peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Kamangta.
Apalagi visi saya adalah ingin menjadikan Desa Kamangta yang berkualitas baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.
Sementara misi saya adalah membangun Desa Kamangta dengan berkeadilan.
Saya pun bertekad melayani masyarakat Desa Kamangta dengan prinsip keadilan sosial serta membina generasi muda untuk menjadi generasi muda yang siap bersaing secara keahlian.
Mengapa Sekolah Menengah Kejuruan?
Ya karena hingga kini di Desa Kamangta belum ada SMK. Jika pun ada maka berlokasi jauh dari Kamangta. Mereka harus pergi ke Manado atau ke wilayah lain seperti Rumengkor Kembes. Akan lebih baik ada di Desa Kamangta.
Dengan adanya SMK di sini maka diharapkan generasi muda siap memasuki lapangan pekerjaan.
Karena mereka dididik untuk siap pakai. Mereka nantinya akan menjadi generasi muda memiliki daya saing. Artinya mereka siap pakai. Sekarang banyak pemutusan hubungan kerja alias PHK. Mencari pekerjaan juga susah.
Sementara melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) mau tidak mau mereka disiapkan untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Ini pasti makan biaya juga.
Anda sepertinya lebih fokus program untuk generasi muda?
Ya, saya ingin generasi muda di Desa Kamangta mempunyai mindset yang baik. Saya yakin kecerdasan dan kemampuan dapat terus diasah melalui proses belajar, usaha dan ketekunan.
Saya ingin generasi muda memiliki pola pikir yang suka tantangan dan pantang menyerah.
Saya pernah membuat sekolah sepak bola atau SSB beberapa Waktu lalu. Melalui SSB ini tercipta remaja yang memiliki jiwa sportif. Siap menghadapi tantangan dan yang lebih penting lagi yakni memiliki jiwa siap bersaing.
Pada waktu perayaan HUT ke-166 Desa Kamangta pada 25 Januari 2026 lalu di Balai Desa Kamangta saya menangkap spirit tersebut. Karena itu saya ingin membangkitkan Kembali roh bahwa orang Desa Kamangta terutama anak mudanya memiliki mindset yang baik ditambah siap bersaing. Itu bisa kok. Mengapa tidak? Karena spiritnya sudah ada.
Mari torang sama-sama membangun Desa Kamangta. Lantaran itu saya mengajak seluruh masyarakat Desa Kamangta termasuk pendukung kandidat calon Hukum Tua lainnya untuk bersama-sama membangun, memajukan Desa Kamangta ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
Bagaimana dengan pelayanan administrasi kependudukan?
Itu juga menjadi prioritas saya. Saya bersama perangkat desa akan membantu sepenuhnya warga yang mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pencatatan sipil.
Karena pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa merupakan garda terdepan layanan publik.
Saya akan memanfaatkan media sosial seperti facebook untuk memberi layanan administrasi kependudukan kepada warga Desa Kamangta.
Saya juga akan membuat call center di mana masyarakat bisa berinteraksi. Selain itu saya akan memasang persyaratan misalnya untuk mengurus KK atau KTP di warung-warung di mana masyarakat kerap berkumpul termasuk di Balai Desa Kamangta.
Langkah itu sebagai wujud pelayanan. Bahkan, saya akan membantu warga secara kolektif misalnya per 10 orang yang mengurus KTP ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Minahasa di Tondano. Saya dan perangkat desa akan membantu sepenuhnya.
Terakhir program pertama apa yang segera dilakukan setelah dilantik menjadi Hukum Tua Desa Kamangta?
Saya akan membenahi infrastruktur. Ada beberapa titik jalan yang harus segera dilakukan perbaikan. Pokoknya usai dilantik sebagai Hukum Tua Desa Kamangta maka saya segera membenahi titik-titik jalan tersebut.
Jenjang Pendidikan dan Karier
Teddy Boudewyn Wewengkang lahir di Manado, 30 November 1972. Suami dari Vonny Naomi Gina Runtunuwu itu menghabiskan jenjang pendidikannya di Manado, Sulawesi Utara.
Dalam kancah pemilihan Hukum Tua sebenarnya Teddy telah dimulai tahun 2017 lalu. Sayangnya ketika itu belum terwujudkan.
Baru pada pemilihan Hukum Tua tahun 2026 ini, Teddy dipercaya masyarakat Desa Kamangta sebagai Hukum Tua untuk delapan tahun ke depan.
Ternyata karier ayah dari Kezia Wewengkang ini bukan Kaleng-kaleng. Dia sudah malang melintang dalam pelbagai pekerjaan.
Sebut saja ia pernah menjadi pegawai BPDSU, Accounting Akbar Ali, Accounting Matahari, Accounting Hypermart, karyawan kantor notaris, Manager Operasional My Futsal Mega Mas.
Selain itu dia juga pernah menjadi Supervisor FMS Siloam Hospital Manado, Manager Operasional CV Merpati (kontraktor) hingga Direktur Operasional PJTKI (Merpati Putih Utama).
Sekadar informasi saja Desa Kamangta merupakan salah satu desa kecil yang terletak di pinggir Kota Manado sekitar 10 kilometer dari pusat kota.
Desa ini berada di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dengan luas sekitar 506,28 hektare dengan jumlah penduduk 2.028 jiwa.
Penduduk Desa Kamangta sebagian menggunakan Bahasa Tombulu sebagai Bahasa sehari-hari dengan dialek Manado Tinutuan.
Beberapa nama keluarga atau fam yang berada di Desa Kamangta di antaranya Mandangie, Regar, Worotikan dan Paath.(nor)
- Penulis: Norman Meoko
