Lapas Bitung Manfaatkan Lahan Produktif untuk Ketahanan Pangan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BITUNG, INTANA.NEWS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bitung, Sulawesi Utara, mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan kerja menjadi kawasan pertanian produktif.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Di lahan tersebut, berbagai komoditas hortikultura seperti cabai dan aneka sayuran hijau mulai dibudidayakan.
Kepala Lapas Kelas IIB Bitung bersama jajaran turun langsung melakukan pemantauan dan perawatan berkala guna memastikan tanaman tumbuh optimal dan memberikan hasil yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan internal, program ini dirancang sebagai cara pembinaan bagi warga binaan.
Melalui aktivitas pertanian ini, para warga binaan dibekali dengan keterampilan agribisnis yang terukur, mulai dari teknik pengolahan lahan hingga manajemen pascapanen.
”Kami berkomitmen mentransformasi lahan yang ada agar memiliki nilai guna yang tinggi. Melalui pemanfaatan lahan produktif ini, kami ingin menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang mandiri sekaligus memberi dampak langsung bagi ketahanan pangan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Bitung.
Pihak manajemen lapas berharap, keahlian praktis yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal sosial yang berharga.
Keterampilan bertani ini diharapkan mampu menjadi mata pencaharian baru yang positif saat mereka terintegrasi kembali ke tengah masyarakat kelak.
Melalui sinergi antara optimalisasi aset negara dan pembinaan humanis ini, Lapas Kelas IIB Bitung berupaya mengubah stigma lembaga pemasyarakatan menjadi institusi yang edukatif, produktif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (*)
- Penulis: Anes Walean
