Membangun Jalan dari Meja Musyawarah: Wujud Desa Passo Menata Infrastruktur Lewat Padat Karya
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Desa Passo memulai pagi dengan keriuhan produktif. Senin (4/5/2026), puluhan pria berkumpul di satu titik ruas jalan. Mereka bersiap mengubah wajah desa.
Ribuan keping paving block mulai tertata rapi di atas tanah.
Proyek ini tidak jatuh begitu saja dari langit. Pembangunan jalan tersebut lahir dari meja musyawarah desa yang panjang.
Warga bersepakat bahwa infrastruktur jalan menjadi prioritas utama tahun ini.

Hukum Tua Desa Passo, Nelfin Mamentu, menegaskan posisi masyarakat dalam proyek ini. “Ini adalah suara warga,” ujarnya.
Keputusan menggunakan paving block merupakan hasil pertimbangan bersama demi menjaga ketahanan lingkungan desa.
Nelfin Mamentu memimpin langsung peletakan paving pertama.
Sekretaris Desa, Adi Walangitan, beserta perangkat desa lainnya turut menyaksikan.
Prosesi ini menandai dimulainya kerja fisik yang melibatkan 30 pekerja laki-laki lokal.
Selain para pria, kelompok perempuan desa juga bakal terlibat aktif.
Mereka mengisi peran-peran pendukung untuk memastikan kelancaran teknis di lapangan.
Pola kerja ini memperkuat semangat gotong royong yang menjadi identitas kuat warga Passo.
Pekerjaan menyentuh akses jalan sepanjang 75 meter dengan lebar 5 meter.

Pemerintah desa mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 151.835.000,-.
Nilai tersebut sudah mencakup kewajiban pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber dana berasal sepenuhnya dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026.
Adi Walangitan menjelaskan bahwa target penyelesaian adalah 24 hari kalender.
Durasi ini dianggap realistis mengingat jumlah tenaga kerja yang dikerahkan cukup masif.
Mengapa musyawarah warga akhirnya memilih paving?
Konstruksi ini memiliki daya serap air yang baik bagi tanah desa.
Selain itu, pemeliharaannya jauh lebih murah dan mudah dilakukan secara mandiri oleh warga.
Melalui transparansi dan pelibatan warga, Passo menunjukkan tata kelola pemerintahan yang sehat.
Pembangunan jalan ini bukan sekadar urusan semen dan batu.
Ini adalah perwujudan kesepakatan kolektif untuk kemajuan ekonomi desa yang lebih mandiri. (nes)
- Penulis: Anes Walean
