Membangun Karakter Generasi Emas, Anggota DPRD Minahasa Motivasi Siswa Baru SMPN 1 Tondano
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar rutinitas administratif tahunan.
Bagi siswa baru SMP Negeri 1 Tondano, Jumat (17/7/2026), kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan pengembangan karakter.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, Liony Leontin Mongi, hadir langsung di tengah-tengah para siswa untuk memberikan motivasi.
Kehadiran legislator tersebut bukan hanya sebagai tamu kehormatan, melainkan mitra strategis sekolah dalam memetakan arah masa depan generasi muda.
Dalam sesi pemaparan materi, Liony menekankan pentingnya kecintaan siswa terhadap daerah serta pemahaman mendalam mengenai struktur kepemimpinan lokal.
Ia sengaja merancang sesi interaktif melalui pertanyaan-pertanyaan kritis, seperti nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, sebagai upaya merangsang kesadaran politik dan kepedulian sosial sejak dini.
“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Mengenal siapa pemimpin daerah adalah langkah kecil untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab sebagai warga daerah,” ujar Liony.
Liony memberikan apresiasi terhadap manajemen SMPN 1 Tondano yang dinilai progresif dalam memfasilitasi pengembangan bakat.
Menurutnya, sekolah adalah laboratorium kehidupan di mana siswa harus diberikan ruang luas untuk mengeksplorasi potensi diri melalui jalur ekstrakurikuler.
“Saya melihat SMPN 1 Tondano adalah sekolah yang luar biasa. Pihak sekolah telah menyediakan berbagai wadah ekstrakurikuler yang sangat mendukung transformasi bakat siswa. Hal ini menjadi modal utama agar mereka tidak sekadar belajar di dalam kelas, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang kompetitif dan tangguh di masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Liony turut memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan keberanian dan wawasan luas selama sesi interaksi.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tondano, Melky Palilingan, M.Pd., menegaskan bahwa proses penerimaan siswa baru telah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ia menekankan bahwa sekolah tetap berkomitmen pada prinsip objektivitas dan transparansi kuota.
“Sesuai dengan ketetapan di Dapodik, kami membuka 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas total 320 siswa. Meskipun jumlah pendaftar jauh melampaui kuota tersebut, kami tetap konsisten mengikuti mekanisme penerimaan yang telah diatur. Langkah ini kami ambil untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga sesuai dengan daya tampung yang tersedia,” ujar Melky.
Melky menambahkan, kolaborasi dengan elemen legislatif seperti yang dilakukan Liony Leontin Mongi menjadi suntikan moral yang penting bagi siswa. Menurutnya, sinergi antara kebijakan sekolah dan dukungan dari tokoh masyarakat sangat krusial dalam membentuk ekosistem pendidikan yang holistik.
Dengan berakhirnya rangkaian MPLS ini, diharapkan para siswa baru SMPN 1 Tondano memiliki visi yang lebih tajam mengenai cita-cita mereka, sekaligus siap beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang menuntut kreativitas dan kedisiplinan. (nes)
- Penulis: Anes Walean
