Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Antisipasi Dampak El Nino, Waspadai Kebakaran Hutan dan Kekeringan
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kekeringan salah satu dampak fenomena El Nino.(Foto:Dok/katadata.co.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Seluruh kepala daerah diminta mengantisipasi potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.
Fenomena El Nino berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, serta kekurangan air di sejumlah wilayah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan hal tersebut di Jakarta pada Senin (29/6/2026).
“Saya minta seluruh kepala daerah melakukan rapat internal. Ada BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, semuanya dikumpulkan untuk mengantisipasi dampak di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” katanya.
Selanjutnya dia mengatakan, pihaknya telah menghimpun data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, serta kementerian dan lembaga untuk bersama menyusun langkah mitigasi di daerah.
“Saya meminta para gubernur melakukan koordinasi dengan bupati dan wali kota melalui rapat maupun pertemuan virtual agar seluruh daerah memiliki kesiapsiagaan yang sama berdasarkan data dan prediksi yang telah disampaikan pemerintah,” tuturnya.
Kepala daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, balai wilayah sungai, pendamping pertanian, serta pemadam kebakaran guna mengantisipasi potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.
Dia menambahkan, pemerintah desa agar turut berperan aktif melakukan upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi serta dapat segera ditangani apabila muncul titik api.(*)
- Penulis: Norman Meoko
