BPOM Belum Sanggup Awasi Keamanan Menu MBG, Alasannya Terbentur Anggaran yang Cuma Rp2,9 Miliar
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.(Foto:Dok/unicef/org)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANA.NEWS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terang-terangan menyatakan belum sanggup mengawasi keamanan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena terbentur anggaran yang terbatas.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama lembaga tersebut dalam mengawal keamanan pangan program unggulan pemerintah ini.
“Tentu secara jujur kami katakan itu (sampling) belum kami lakukan karena anggarannya belum ada,” tuturnya.
Dia mengemukakan, proses sampling memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari pengambilan di lapangan hingga pengujian laboratorium. Tanpa dukungan dana yang memadai, pengawasan pasca-produksi tersebut belum bisa dieksekusi.
Disebutkan, dari rencana awal yang mencapai puluhan miliar rupiah ternyata anggaran yang tersedia sekarang ini hanya sebesar Rp2,9 miliar.
“Usulan tambahan anggaran sebesar Rp196 miliar yang diajukan sebelumnya juga menemui jalan buntu karena adanya kewajiban administratif negara. Ternyata anggaran tersebut ada kewajiban untuk mengembalikan ke bendahara umum negara. Artinya kan itu terpotong, tidak bisa kami lakukan,” ia menambahkan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
