Prabowo Buka Peluang Pelibatan Kantin Sekolah untuk Program MBG, Minta Dikaji Lebih Mendalam
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sempat makan bareng di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026).(Foto:Dok/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto disebut memberi peluang pelibatan kantin sekolah untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun itu hal itu baru sebatas opsi untuk dikaji lebih mendalam.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari menyatakan hal itu seusai rapat terbatas di Istana, Jakarta pada Rabu (15/7/2026) malam.
Dia menjelaskan, dalam Perpres 115 tentang Tata Kelola MBG, hanya tertulis pelaksanaan melalui SPPG. Prabowo mempersilakan untuk mengkaji alternatif lain.
“Kan kalau menurut Perpres 115, skema pelaksanaannya hanya melalui SPPG. Pilihannya hanya itu. Baca ya Perpres 115 ya. Pak Presiden pun tadi mengatakan ‘silakan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh’,” tuturnya.
Dia selanjutnya menyatakan bahwa pihak BGN bakal mengkaji lebih lanjut alternatif lain itu dan hasilnya akan dilaporkan kembali ke Presiden.
“Presiden meminta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan gitu,” tuturnya.
Dia menyebutkan, Presiden Prabowo sendiri telah memberikan waktu satu bulan untuk semua pihak terkait membenahi pelaksanaan MBG termasuk di dalamnya pembenahan yang diminta dikaji secara matang dan tidak terburu-buru.
Ia selanjutnya mengemukakan bahwa dalam rapat tersebut Presiden Prabowo juga menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk mendukung BGN dalam melakukan pembenahan program MBG.
Presiden Prabowo juga menegaskan agar penerima manfaat benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok desil bawah, daerah tertinggal, dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta dilakukan kajian terhadap besaran anggaran makan per porsi agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Bahkan beliau mengatakan apakah 15 ribu itu memang juga cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup berapa angkanya? Itu pesan-pesan secara umumlah. Tapi poinnya menurut saya itu hal yang sangat baik. Arahan yang sangat jelas untuk kami kemudian nanti bekerja melakukan pembenahan,” Agustina Arumsari menambahkan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
