Siasat Nomor Antrean SPBU Kawangkoan Mengurai Kusut Solar
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kawangkoan memberlakukan sistem nomor antrean untuk mengurai kemacetan akibat kendaraan pengisi solar pada Jumat (22/5/2026).
Langkah taktis ini efektif mengontrol distribusi sekaligus menghapus kebiasaan sopir menginap.
Oleh karena itu, jalur jalan di sekitar wilayah SPBU kini tampak jauh lebih tertib.
Antrean kendaraan yang biasanya mengular panjang hingga memicu kemacetan arus lalu lintas sekarang dapat diminimalkan.
Pengelola SPBU Kawangkoan, Refly Nayoan, menegaskan bahwa kebijakan pembagian nomor urut ini sengaja ditempuh sebagai jalan keluar operasional.
Dengan demikian, pihak manajemen dapat menyaring kendaraan secara terukur dan mencegah penumpukan fisik di lokasi.
Akibatnya, para sopir truk tidak perlu lagi memarkir armada mereka sejak malam hari hanya untuk mengamankan kuota.
Pelayanan pengisian solar kini secara ketat didasarkan pada kepemilikan nomor urut resmi yang telah dibagikan sebelumnya.
Vero Mapaliey, seorang sopir truk, mengaku sangat terbantu oleh adanya kepastian pasokan tersebut.
Dirinya yang telah mengantongi nomor sejak Rabu (20/5/2026) langsung mendapatkan prioritas pelayanan tanpa diliputi kecemasan akan kehabisan jatah BBM.
Selanjutnya, demi menjaga integritas sistem baru ini, manajemen menerapkan pengawasan internal secara ketat.
Refly menyatakan tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk praktik kecurangan oleh para operator di lapangan.
Oleh sebab itu, petugas yang kedapatan melayani kendaraan di luar prosedur nomor urut akan langsung dijatuhi sanksi.
Tindakan tegas berupa skorsing selama satu bulan dipastikan berlaku, lalu pelanggaran tersebut akan dilaporkan resmi kepada Pertamina. (*)
- Penulis: Anes Walean
