TMMD Ke-128 Kodim 1302 Minahasa Rampungkan Rehabilitasi Rumah Warga di Minahasa Tenggara
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BELANG, INTANA.NEWS – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1302/Minahasa mempercepat penyelesaian rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Personel TNI kini merampungkan tahap pengecatan dinding luar rumah warga di Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Jumat (15/5/2026).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan hunian tersebut segera layak huni bagi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, program ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah dan TNI dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan infrastruktur dasar di wilayah pelosok.
Pekerjaan pengecatan rumah milik Ampel Reo, warga setempat, menandai selesainya struktur utama bangunan.
Satgas TMMD fokus pada detail kerapihan agar bangunan memenuhi standar kenyamanan tinggal.
Meskipun medan di Minahasa Tenggara memiliki tantangan geografis, personel TNI tetap menjaga ritme kerja agar target waktu tercapai.
Penerima bantuan, Ampel Reo, menyatakan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami. Bantuan TNI lewat program TMMD mengubah kehidupan kami menjadi lebih baik,” ujarnya.
Penjabat Bupati Minahasa Tenggara mengapresiasi dedikasi personel Kodim 1302/Minahasa dalam program lintas sektoral ini.
Menurutnya, kolaborasi ini mempercepat pembangunan yang sulit dijangkau melalui prosedur reguler APBD semata.
”Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh TMMD ke-128 ini. Program rehabilitasi rumah bukan sekadar proyek fisik. Namun, ini adalah upaya kolektif untuk mengangkat harkat hidup masyarakat di pedesaan,” ujar Bupati.
Selanjutnya, keberhasilan program ini diharapkan mampu memicu semangat gotong royong warga.
TMMD terbukti efektif memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pendekatan pembangunan yang menyentuh kebutuhan primer.
Oleh karena itu, sinergi ini akan terus diperkuat pada masa mendatang. (*)
- Penulis: Anes Walean
