Regenerasi Legislatif Minahasa, Frangky Wolayan Resmi Pimpin Kursi Ketua DPRD
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Wajah kepemimpinan di gedung DPRD Kabupaten Minahasa resmi berganti.
Dalam momentum Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan pada Rabu (13/5/2026), tongkat estafet Ketua DPRD kini beralih ke tangan Frangky Wolayan, SH.

Ia menggantikan Drs. Robby Longkutoy, MM sebagai bagian dari strategi besar regenerasi kader di daerah.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa, Dr. Robby Dondokambey.
Langkah ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan pernyataan sikap organisasi.

Partai ingin memastikan bahwa transisi kepemimpinan berjalan mulus untuk mengawal kerja-kerja legislatif ke depan.
Robby Longkutoy menyambut perubahan ini dengan sikap negarawan.
Baginya, regenerasi adalah napas agar organisasi tetap adaptif menghadapi tantangan politik yang kian dinamis.
“Pemimpin baru harus mampu menjaga nilai gotong royong dan tetap setia menghadirkan kerja nyata bagi rakyat,” ujarnya singkat.
Namun, suasana hangat Musancab sempat diwarnai instruksi tajam.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, memberikan peringatan keras kepada seluruh kader, terutama yang duduk di kursi dewan.

Ia menyoroti perilaku pejabat yang terlalu sibuk bersolek di media sosial.
“Tunjukkan kegiatan nyata di lapangan. Publikasikan saat menerima aspirasi warga, bukan sekadar foto yang tidak berbobot,” tegas sosok yang juga menjabat Bendahara Umum DPP PDIP tersebut.
Rakyat, menurutnya, ingin melihat wakil mereka berkeringat saat menyerap aspirasi, bukan sekadar berpose di balik meja atau di acara seremonial.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey. (Foto:Dok/Istimewa)
Olly juga membawa perspektif makro mengenai situasi geopolitik dunia yang tidak menentu.
Krisis global kini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan daerah.

Oleh karena itu, ia memerintahkan gerakan masif menanam tanaman pangan pokok seperti ubi-ubian.
”Kita harus siap. Manfaatkan setiap lahan yang ada. Ketahanan pangan adalah benteng kita menghadapi dampak luar negeri,” pungkasnya.
Instruksi ini menjadi penutup yang menegaskan bahwa tugas pimpinan legislatif yang baru bukan hanya soal politik, tapi juga memastikan perut rakyat tetap aman. (nes)
- Penulis: Anes Walean
