Konsolidasi PDI Perjuangan Minahasa Targetkan Restrukturisasi Tuntas Agustus 2026
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Mesin politik PDI Perjuangan mulai dipanaskan dari tanah Minahasa.
Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di Tondano, Rabu (13/5/2026), partai berlambang banteng ini resmi memulai restrukturisasi besar-besaran di tingkat basis.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, hadir langsung.
Ia memberikan instruksi tegas. Seluruh pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) harus tuntas terbentuk paling lambat Agustus 2026.
Olly ingin struktur partai sudah siap jauh sebelum genderang Pemilu 2029 bertalu.
”Kita bersyukur bisa berkumpul untuk konsolidasi. Saya berharap rencana besar ini berjalan mulus,” ujar Olly di hadapan kader yang memadati lokasi acara.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Olly mengatakan adanya proses seleksi ketat bagi calon pengurus PAC.
Tujuannya jelas, memastikan mereka mampu menjalankan fungsi organisasi secara militan di lingkungan terbawah masyarakat.
Oleh karena itu, kedisiplinan menjadi harga mati. Olly menitikberatkan potensi benturan kepentingan dalam struktur partai.
Kader yang menjabat sebagai perangkat desa atau posisi lain yang dilarang aturan partai, wajib dievaluasi secara menyeluruh.
”Jika ada yang rangkap jabatan dan bertentangan dengan aturan, itu harus diperhatikan serius. Hal tersebut bisa berdampak buruk bagi citra partai,” tegas sosok yang juga Profesor Kehormatan tersebut.
Mengapa restrukturisasi ini dilakukan begitu dini? PDI Perjuangan menyadari bahwa kekuatan utama mereka terletak pada soliditas struktur fondasi.
Tanpa koordinasi yang kuat di tingkat desa dan kelurahan, mesin partai hanya akan menjadi pajangan di tingkat atas.
Selanjutnya, Olly meminta pengurus baru nanti aktif melakukan literasi politik. Sejarah perjuangan dan ideologi partai harus sampai ke telinga generasi muda.
Menurutnya, pemahaman ideologi adalah alasan mengapa partai ini tetap dominan dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Nada optimisme juga datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa, Robby Dondokambey.
Baginya, Musancab adalah ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menyatukan langkah menuju kemenangan politik masa depan.
”Musancab bukan agenda rutin biasa. Ini momentum kita menyatukan gerak,” kata Robby.
Ia mengingatkan bahwa loyalitas kader terhadap garis perjuangan adalah kunci utama keberhasilan partai ideologis.
Kegiatan yang mengusung tema Satyam Eva Jayate ini dihadiri oleh jajaran DPD, DPC, hingga anggota DPR RI.
Dengan dimulainya Musancab ini, PDI Perjuangan Minahasa kini fokus pada penguatan disiplin organisasi demi menjaga kepercayaan konstituen di lapisan bawah. (nes)
- Penulis: Anes Walean
