Sinergi TMMD di Minahasa Tenggara, Jembatan Garuda Capai Progres 91,5 Persen
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA TENGGARA, INTANA.NEWS – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 1302/Minahasa memasuki fase krusial.
Babinsa Serka Hendra Issan mengawal langsung percepatan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Wioi Dua, Minahasa Tenggara, Jumat (15/5/2026).
Proyek ini merupakan upaya strategis TNI dalam membangun infrastruktur dari pinggiran guna memperkuat konektivitas nasional.
Semangat TMMD nyata terlihat di bantaran Sungai Abuang. Pembangunan Jembatan Garuda kini mencapai angka 91,50 persen.
Infrastruktur sepanjang 10 meter ini hampir rampung sepenuhnya. Lebar jembatan yang mencapai 3 meter dirancang untuk mempermudah akses logistik warga pedesaan.
Serka Hendra Issan memimpin koordinasi di lapangan. Fokus hari ini adalah pemasangan kuda-kuda fondasi tepi.
Tim juga sedang menyelesaikan pembuatan mall tiang bering. Pekerjaan teknis ini memerlukan ketelitian tinggi agar jembatan memiliki daya tahan jangka panjang.
Kehadiran personel TNI dalam skema TMMD terbukti efektif. Proyek yang semula terkendala akses, kini melaju cepat.
TNI tidak hanya membawa tenaga, tetapi juga membawa disiplin kerja ke tengah masyarakat. Sinergi ini memperpendek waktu pengerjaan secara signifikan.
Bupati Minahasa Tenggara menilai kolaborasi lewat jalur TMMD ini sebagai solusi jitu pembangunan daerah.
Pengawasan melekat dari TNI memastikan setiap rupiah anggaran negara terwujud dalam bangunan fisik yang berkualitas.
”TMMD adalah katalisator pembangunan di Minahasa Tenggara. Jembatan ini adalah urat nadi ekonomi yang sudah lama dinantikan warga. Kami berterima kasih atas dedikasi TNI yang memastikan akses transportasi ini segera pulih,” ujar Bupati.
Kondisi di lapangan dilaporkan aman dan terkendali. Tidak ada hambatan berarti pada aspek logistik maupun teknis konstruksi.
Seluruh tim optimis bahwa sisa pekerjaan sebesar 8,5 persen dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu penutupan program.
Jembatan Garuda akan segera menjadi saksi bisu keberhasilan kemanunggalan TNI dan rakyat.
Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung antar-desa, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Ratahan Timur.
Melalui pengawalan ketat TMMD, Jembatan Garuda siap dioperasikan dalam waktu dekat.
Masyarakat Desa Wioi Dua segera memiliki akses yang lebih layak, aman, dan efisien untuk menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi harian mereka. (*)
- Penulis: Anes Walean
