Dari Kursi Penguji Unima, Sekda Lynda Watania Dorong Peningkatan Kompetensi ASN
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pelayanan publik dan menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Perbaikan tata kelola birokrasi tidak dapat dipisahkan dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berbasis pada kajian ilmiah kampus.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian sidang promosi doktor terbuka yang digelar di Gedung Training Center Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Kabupaten Minahasa, Jumat (12/6/2026).
Universitas bergengsi ini sukses melahirkan dua doktor baru di bidang manajemen pendidikan yang lulus dengan predikat Cum Laude, yakni Dr. dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si., dan Dr. dr. Maya Chintya Rambutan, M.Kes.
Sidang terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA., selaku ketua tim penguji.
Kehadiran Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang hadir mewakili Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menjadi wujud nyata dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pencapaian akademik kedua promovenda tersebut.
Dalam pelaksanaan sidang ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., turut ambil bagian secara khusus pada sesi ujian Dr. dr. Maya Chintya Rambutan.
Bertindak sebagai dosen penguji eksternal (dari luar kampus), kehadiran Sekda memperkuat sinergi antara dunia akademis dan praktisi birokrasi.

Sekda Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM. MSi. sedang memasangkan atau merapikan kuncir (tassel) pada topi toga (toga cap) Dr. dr. Maya Rambutan M.Kes (Foto:intana.news)
Lynda menyampaikan apresiasi yang kepada Unima atas komitmennya mencetak lulusan doktoral yang unggul, termasuk para pejabat eselon II di Kabupaten Minahasa yang kini tengah banyak menempuh studi di sana.
”Tentu saja kami memberikan apresiasi untuk Universitas Negeri Manado yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting dan strategis ini. Kami juga berterima kasih karena Unima membuka ruang bagi alumni doktoral dari luar untuk ikut terlibat dalam ujian ini,” ujar Lynda.
Sebagai panglima tertinggi ASN di Minahasa, Lynda menilai substansi penelitian yang dipertahankan oleh Dr. dr. Maya sangat relevan dengan tantangan pemerintahan.
Disertasi tersebut membedah isu sosial kedinasan melalui pendekatan metode manajemen strategik yang dinilai sangat paripurna.
Selama ini, penanganan anak terlantar sering kali hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar anak di lapangan.
Namun, kajian ilmiah ini melihat dari sudut pandang yang lebih luas, penguatan kelembagaan institusi pelaksana, dalam hal ini Dinas Sosial.
”Kajian penelitian ini menggunakan metode manajemen strategik yang paripurna, karena mengkaji dari sisi perencanaan, pelaksanaan, kemudian evaluasi dan kontrol,” kata Lynda.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa untuk menurunkan angka anak terlantar secara signifikan, kompetensi para aparatur yang mengelola kebijakan di Dinas Sosial harus ditingkatkan terlebih dahulu.
Ketika pelaksana kebijakan memiliki kompetensi yang mumpuni, akuntabilitas dan efektivitas penanganan sosial di daerah otomatis akan berjalan lebih optimal.
Bertolak dari momentum akademis tersebut, Sekda Lynda Watania langsung mendorong seluruh jajaran ASN di Kabupaten Minahasa untuk menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi.
Menurut dia, aparatur negara tidak boleh mandek dalam belajar dan harus terus meningkatkan kapasitas melalui jalur lembaga formal.
”Materi-materi yang sudah kita dengarkan tadi mendorong segera, terutama ASN, untuk membuka ruang dan membuka diri guna menambah kompetensi melalui lembaga-lembaga formal seperti pendidikan di Unima,” ia menambahkan. (nes)
- Penulis: Anes Walean
