Ditayangkan TV Iran, Megawati Sampaikan Ucapan Dukacita atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ucapan dukacita dari Megawati Soekarnoputri atas wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang ditayangkan di TV Iran.(Foto:Dok/Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Iran tengah menggelar upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menariknya Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan dukacita atas gugurnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Video ucapan dukacita Megawati itu dikirimkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Bahkan, telah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV Iran.
“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” kata Megawati seperti dikutip dari video ucapan duka di Jakarta pada Rabu (8/7/2026).
Selanjutnya Megawati menyatakan bahwa Khamenei bukan hanya pemimpin politik dan tokoh agama. Dia menilai Khamenei adalah pejuang.
“Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno,” tuturnya.
Dalam video itu Megawati kemudian mengenang pertemuannya dengan Khamenei.
“Khamenei merupakan sosok yang lembut dan berkharisma. Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004, ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau,” dia melanjutkan.
Dia mengemukakan, saat pertemuan itu dirinya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam.
“Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” ucapnya.
Dia mengingat penilaian Khamenei terhadap Pancasila dan semangat Bandung sebagai referensi penting dalam membangun visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Hal itu merupakan pengakuan atas kedekatan sejarah antara bangsa Indonesia dan Iran.
“Dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,” tuturnya.
Di akhir ucapan dukanya, Megawati menyampaikan doa untuk almarhum Khamenei dan rakyat Iran. Dia berharap Khamenei mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
