Senyum Hangat Martina Dondokambey, Simbol Sinergi dan Penguat Ketahanan Keluarga
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Minahasa Martina W Dondokambey-Lengkong tampak tersenyum saat berjabat tangan. (Foto:istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, INTANA.NEWS — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey-Lengkong, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan.
Gerakan PKK harus berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat terbawah, bukan sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Hal itu mengemuka dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sabtu (13/6/2026).
Di tengah ratusan kader, Martina hadir membawa optimisme kuat.
Sambil melempar senyum hangat, ia aktif menjabat tangan rekan sejawat dan jajaran pejabat Pemprov Sulut sesaat sebelum acara dimulai.
”Bagi kami di Minahasa, ini momentum memperkuat komitmen dan sinergi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Martina.
Menurut dia, daerah tidak akan bisa dibangun dengan kokoh jika fondasi terkecilnya, yaitu keluarga masih rapuh.
Peringatan HKG tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.

Tema ini menuntut transformasi PKK menjadi mitra strategis pemerintah yang lebih modern dan adaptif.
Pesan senada disampaikan Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian lewat sambutan tertulis yang dibacakan Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus.
Ia mengatakan, gerakan PKK harus menjadi pemicu implementasi program secara konkret.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Tahlis Gallang, mengajak kader PKK melek teknologi informasi demi efisiensi kerja di era digital.
Kader juga didorong menjadi pelopor keharmonisan sosial, kelestarian lingkungan, serta mendongkrak ekonomi domestik lewat pemanfaatan pekarangan pangan dan pengembangan UMKM.

Menjawab tantangan tersebut, Martina Dondokambey memilih tetap menjaga esensi dasar gerakan PKK, yaitu ketulusan bekerja langsung di tengah masyarakat.
Baginya, kecanggihan perangkat digital tidak akan menggantikan sentuhan humanis antar kerabat di lapangan.
Ia memastikan kebijakan TP-PKK Minahasa tetap fokus pada penyelesaian persoalan riil ibu dan anak di desa-desa.
”Fokus kami tetap di tengah masyarakat. Penanganan tengkes (stunting), penguatan ekonomi keluarga, dan ketahanan pangan menjadi prioritas. Bagaimanapun, dari keluargalah semua bermula dan fondasi bangsa ini dibangun,” kata istri tercinta Bupati Minahasa Robby Dondokambey. (nes)
- Penulis: Anes Walean
