Pilhut Serentak Minahasa: Potret Kedewasaan Demokrasi dari Tingkat Desa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) atau pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (17/6/2026), berlangsung aman dan kondusif.
Kedewasaan politik warga desa serta sinergi pengawasan pemda dan aparat menjadi kunci minimnya gesekan antar pendukung.
Pilhut kerap dinilai memiliki kerawanan sosial yang tinggi karena kedekatan sosiologis antar warga.
Namun, kondisi sebaliknya justru terlihat di sejumlah wilayah Minahasa, seperti di Desa Kanonang I, Kecamatan Kawangkoan Barat, dan Desa Kiawa II Kecamatan Kawangkoan Utara.
Hingga pukul 09.00 WITA, tingkat partisipasi pemilih di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) telah mendekati 50 persen.
Di sela-sela proses pencoblosan, para pendukung yang berbeda pilihan politik tampak berbaur dan berdialog dengan tenang di sekitar area pemungutan suara.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyatakan, tingginya partisipasi dan ketenteraman selama proses pemungutan suara mencerminkan kepedulian sekaligus kematangan politik masyarakat desa.
”Antusiasme masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan bahwa warga memiliki kepedulian terhadap masa depan desanya masing-masing. Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai momentum mempererat kebersamaan,” ujar Bupati Robby.
Kelancaran suksesi kepemimpinan desa ini tidak lepas dari langkah pencegahan yang diambil oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Minahasa.
Guna mengantisipasi potensi konflik, pemantauan langsung dilakukan secara kolaboratif oleh unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Dalam pemantauan tersebut, Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang didampingi oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Eri Yudianto, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rama Eka Darma, Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, beserta Jajaran Pemkab Minahasa.
Turut serta dalam rombongan anggota DPD RI perwakilan Sulawesi Utara yang juga Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Sulut, Stefanus BAN Liow.
Adapun pengamanan di lapangan dikoordinasikan oleh Kabag Ops Polres Minahasa AKP Asprioyono Johar bersama Sekretaris Daerah Minahasa Lynda Watania.
Kehadiran pejabat publik dan aparat penegak hukum di lapangan bertujuan memberikan pendekatan persuasif untuk menjamin transparansi serta rasa aman bagi warga yang menyalurkan hak pilih.
Robby menegaskan, inti Pilhut serentak adalah keberlanjutan pembangunan di tingkat desa.
Oleh karena itu, ia berharap pesta demokrasi ini dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang sehat, aman, dan bermartabat bagi daerah lain.
”Saya mengimbau para calon hukum tua, pendukung, dan masyarakat luas untuk tetap menjaga kondusivitas serta tidak bereuforia secara berlebihan setelah hasil pemilihan diumumkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, siapa pun hukum tua terpilih, tugas pertamanya adalah melakukan rekonsiliasi dengan merangkul kembali seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik pasca pemilihan. (nes)
- Penulis: Anes Walean
