Polres Minahasa Salurkan 2,4 Ton Jagung Petani ke Bulog
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Polres Minahasa menyalurkan 2,4 ton jagung panen petani binaan kepada Perum Bulog di wilayah Minahasa, Kamis (18/6/2026).
Sebelumnya, para petani mendapat pendampingan intensif dari aparat.
Polsek jajaran Polres Minahasa rutin turun ke area perkebunan. Pendampingan ini fokus pada metode perawatan tanaman.
Tujuannya adalah untuk mendongkrak produktivitas pertanian masyarakat. Hasilnya terbukti dari volume dan kualitas panen yang maksimal.
Sebelum dibeli, pihak Bulog melakukan pengecekan kualitas.
Kadar air jagung kering tersebut tercatat sebesar 11,4 persen. Tingkat kelembapan ini masuk dalam standar mutu kelayakan prima.
Secara teknis, kadar air ideal simpan berada di bawah 14 persen. Kondisi kering tersebut efektif mencegah pembusukan dan timbulnya jamur.
Oleh karena itu, Bulog langsung menyerap seluruh hasil panen.
Selanjutnya, Bulog membeli komoditas tersebut dengan harga resmi. Harga yang disepakati adalah Rp 6.400 per kilogram.
Transaksi ini menguntungkan petani sekaligus menjaga stabilitas harga pasar.
Selain itu, langkah ini memutus mata rantai tengkulak. Akibatnya, pendapatan bersih petani binaan meningkat secara nyata.
Kesejahteraan masyarakat desa di Minahasa pun ikut terangkat.
Kemudian, jagung langsung diangkut dari lokasi pengecekan. Proses distribusi menggunakan kendaraan milik Bulog.
Pengiriman hasil pertanian tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar.
Sinergi ini merupakan wujud nyata dukungan kepolisian daerah. Polres Minahasa berkomitmen menyukseskan program Ketahanan Pangan Nasional.
Pemanfaatan potensi hasil pertanian lokal menjadi prioritas utama bersama. Ke depan, kolaborasi lintas sektoral ini akan terus dipertahankan.
Seluruh pemangku kepentingan siap berpartisipasi menjaga pasokan. Dengan demikian, ketersediaan pangan di Sulawesi Utara dipastikan tetap aman. (*)
- Penulis: Anes Walean
