Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Sinergi Kodim 1302/Minahasa dan Warga Sukseskan Peresmian Gereja Sanctissima Trinitas Rerer

Sinergi Kodim 1302/Minahasa dan Warga Sukseskan Peresmian Gereja Sanctissima Trinitas Rerer

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, INTANA.NEWS – Desa Rerer, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, mendadak ramai sejak pagi. Jarum jam baru menunjuk pukul 09.10 WITA pada Minggu, 28 Juni 2026.

Sebanyak 400 pasang mata berkumpul dengan tatapan yang sama, haru sekaligus bahagia.

Hari itu, sebuah bangunan anggun resmi berdiri menjadi rumah Allah, pusat sakramen, dan tempat ibadah bagi Allah Tritunggal Maha kudus.

Nama rumah ibadah itu indah, Gereja Katolik Sanctissima Trinitas Rerer.

​Umat Katolik Stasi Rerer tahu persis bagaimana perjuangan mendirikan dinding demi dinding bangunan ini.

Maka, peresmian yang dipimpin langsung oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C., Uskup Keuskupan Manado, menjadi momen pengorbanan yang lunas dibayar sujud syukur.

Secara hukum gerejawi, gedung ini kini sah menjadi pusat persekutuan umat untuk memperkuat iman, kasih, dan kesatuan jemaat di wilayah tersebut.

​Di balik kekhidmatan acara, mata publik juga tertuju pada kesigapan aparat di lapangan.

Personil Kodim 1302/Minahasa bersama Anggota Babinsa Koramil 1302-95/Kombi berjaga dengan pendekatan yang sangat humanis.

Mereka berbaur, mengatur arus lalu lintas, dan memastikan kenyamanan ratusan tamu.

​Langkah pengamanan di lapangan ini dipantau langsung oleh para perwira.

Terlihat hadir Mayor Inf Donny Lumenta selaku Pasi Intel Kodim 1302/Minahasa dan Kapten Arm Jhoni selaku Pasilog Kodim 1302/Minahasa.

Keduanya berkoordinasi erat dengan Mayor CBA Robby Rengkung Pabung Tomohon serta AKP Andris Kasim selaku Kapolsek Kombi beserta Anggota Polsek Kombi.

​Alur Sakral yang Mengalir Tertib
​Prosesi dimulai tepat pukul 09.15 WITA saat Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C. tiba di Desa Rerer.

Warga langsung menyambutnya dengan pengalungan Kain Batik.

Memasuki pukul 09.57 WITA, upacara suci dimulai dari luar gedung lewat penyerahan kunci, pengguntingan pita, hingga pemberkatan pintu utama.

Uskup kemudian melangkah ke dalam ruangan untuk memercikkan air suci, memberkati salib, kursi imam, ambo, altar, hingga pendupaan seluruh ruangan gereja, termasuk tabernakel serta Patung Hati Kudus Yesus dan Patung St Maria.

Perarakan Tarian Tepianola dari Stasi Parepei PPA bersama Pusat Paroki dan Stasi Rerer mengiringi jalannya Misa Ekaristi pada pukul 10.20 WITA.

Khotbah atau firman Allah disampaikan langsung oleh Uskup pada pukul 10.50 WITA, disusul persembahan puji-pujian, hingga penandatanganan prasasti resmi pada pukul 11.50 WITA.

Selepas sesi foto bersama, John Ake Sumampouw selaku Ketua Pembangunan dan Stasi Rerer membacakan laporan pembangunan, disusul laporan pelaksanaan oleh Ibu Desi Mukuan selaku Ketua Pelaksana.

Ketegangan ritual ibadah berganti senyum lebar saat anak-anak Sekami Stasi Rerer tampil menghibur para undangan pada pukul 12.35 WITA.

​Pemerintah Kabupaten Minahasa memberikan atensi penuh pada momentum ini.

Bupati Minahasa yang diwakili oleh Kepala Dinas P2KB Kabupaten Minahasa, Dra. Martha Meita Aguw, hadir bersama Shelvana Luntas SIP selaku Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol.

Hadir juga Camat Kombi James F. Limpele, S.Sos MAP, serta dua kepala desa setempat, Terry Sinaulan selaku Hukum tua Desa Rerer dan Ibu Endang Loing selaku Hukum tua Rerer satu.

​Saat memberikan sambutan, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C. membuka sebuah fakta menarik.

Beliau menyampaikan terima kasih karena Pemkab Minahasa melalui Kesbangpol mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 50.000.000 untuk membantu pembangunan gereja ini.

Uskup menegaskan bahwa keindahan rumah Tuhan yang berdiri sekarang adalah buah dari kerja bersama dan solidaritas yang nyata.

Bagi Uskup, uluran tangan berupa material, doa, dan dukungan dari seluruh jemaat serta pemerintah adalah bukti nyata bahwa mukjizat campur tangan Tuhan itu benar-benar ada di tanah Minahasa.

​Acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting gereja, seperti Pst Aloysius Koraag Pr selaku Asisten Uskup Keuskupan Manado, Pst Fransiskus Marlino Lolok MSC selaku Pastor Paroki St Rosa Delima Tondano, Pst Andre Santie MSC, para Suster Kongregasi, serta Sofyan Batlayeri selaku Ketua Pembangunan Paroki St Rosa Delima Tondano.

Aara berakhir sukses, aman, dan meninggalkan cerita indah tentang kerukunan di Minahasa, Sulawesi Utara. (nes)

  • Penulis: Anes Walean

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less