Pemerintah Resmi Tetapkan Logo HUT ke-81 Kemerdekaan, Cerminkan Keberagaman Indonesia
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia buah karya Fajar Novaryo.(Foto:Dok/setneg.go.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Pemerintah resmi menetapkan logo HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia setelah melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan masyarakat luas.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro mengumumkan logo HUT ke-81 tersebut di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (29/6/2026).
“Logo karya desainer asal Padang, Sumatra Barat, Fajar Novaryo dari Aman Design Biro keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara terbanyak,” dia mengungkapkan.
Dia selanjutnya mengatalan, pemilihan logo tahun ini menjadi tradisi baru karena untuk pertama kalinya masyarakat diberi kesempatan menentukan langsung logo resmi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami mewakili panitia peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, hari ini akan melanjutkan rangkaian dari apa yang sudah pernah kami sampaikan di tanggal 24 Juni yang lalu, yakni pada pengumuman pemilihan logo resmi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang sama-sama kita tahu panitia atas arahan Bapak Presiden menyerahkan pemilihan logo resmi kepada masyarakat luas dari lima logo yang kami rilis pada tanggal 24 yang lalu,” dia menjelaskan.
Dia menyebutkan, proses pemungutan suara berlangsung sejak 24 Juni hingga 28 Juni 2026 melalui laman logohutri.istanapresiden.go.id.
Dikatakannya, logo terpilih tidak hanya menampilkan desain yang tegas, tetapi juga memiliki makna filosofis yang merepresentasikan keberagaman Indonesia.
“Secara visual logo ini tampak tegas namun juga punya filosofi kuat. Desainnya berasal dari eksplorasi keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara. Dalam keragaman tersebut terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ia menambahkan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
