Menjadi Hukum Tua, Menjadi Pelayan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Tidak ada protokol berlebihan. Tidak ada mobil dinas berderet. Yang ada hanya aroma bumbu masakan yang menyeruak di teras rumah.
Di Desa Tampusu, hari ini, Selasa (14/7/2026) terasa berbeda. Arnold Ponamon baru saja dilantik.
Biasanya, ritual setelah pelantikan adalah pesta pora, atau setidaknya resepsi formal dengan baju seragam yang kaku.
Tidak bagi Arnold.
Begitu urusan seremonial di kantor pemerintahan selesai, ia tidak langsung menuju kursi empuk di ruang kerjanya.
Ia justru melepas jasnya, menggulung lengan baju, dan meluncur ke tengah warganya.
Di sana, di atas meja kayu panjang, sudah tersedia bambu-bambu panjang. Persiapan makan bersama, tradisi yang menyatukan.
Lihatlah foto itu. Tidak ada jarak. Arnold, yang baru saja disumpah menjadi Hukum Tua, tampak akrab berbaur dengan ibu-ibu dan bapak-bapak warga desa.
Mereka sedang sibuk mengisi bambu dengan bahan makanan, masakan khas setempat yang dimasak dengan cara tradisional.
Tangannya cekatan. Tidak canggung.
“Pemimpin itu bukan untuk dilayani, tapi melayani,” mungkin itu yang tersirat di wajahnya.
Suasana cair. Canda tawa pecah di sela-sela kesibukan menyiapkan santapan. Tidak ada sekat antara pemimpin dan yang dipimpin.
Semua bekerja sama, bahu-membahu, menyongsong hari baru bagi desa mereka.
Dalam politik tingkat desa, inilah esensi demokrasi yang paling jujur.
Ketika seorang pemimpin tidak merasa “tinggi” karena jabatan, melainkan merasa tetap menjadi bagian dari masyarakatnya.
Di Tampusu, Arnold Ponamon telah memulai langkah pertamanya dengan cara yang paling fundamental, makan bersama warga.
Sebuah awal yang sederhana. Namun, seringkali, dari kesederhanaan itulah fondasi kepercayaan publik yang paling kokoh dibangun.
Selamat bekerja, Pak Hukum Tua. Jangan pernah kehilangan napas kebersamaan ini. (nes)
- Penulis: Anes Walean
