Bukan Gadget Mewah, Barang ‘Impor’ dari Jepang Ini Justru Bikin Anak-Anak Tondano Senyum Lebar
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Leony saat bersama anak-anak sesuai penyerahan ATK.(Foto: Dok/intana.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Senyum cerah tergambar di wajah para siswa-siswi SD Negeri Sasaran, Tondano, Kabupaten Minahasa, Kamis (27/8/2026).
Di tangan mereka, tergenggam paket alat tulis kantor (ATK) baru yang menempuh perjalanan ribuan kilometer, didatangkan langsung dari Jepang.

Di balik sederhana barang-barang tersebut, tersimpan uluran tangan penuh asa yang digerakkan oleh seorang wakil rakyat sekaligus pegiat sosial, Liony Leontin Mongi.
Anggota DPRD Kabupaten Minahasa dari PDI Perjuangan ini tidak hanya singgah di SD Negeri Sasaran. Hari itu, langkahnya berlanjut untuk menyapa anak-anak di TK dan Kelompok Bermain Little Steps Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan.

Bagi Liony, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Tsunagu Japan Indonesia, apa yang dibagikannya hari ini bukan sekadar membagikan buku atau pensil, melainkan merawat mimpi agar tidak padam di tengah jalan.
”Bantuan ini murni untuk membantu anak-anak sekolah yang ada di Minahasa. Kami berharap anak-anak semakin semangat belajar dan terus berjuang untuk mencapai cita-cita mereka,” ujar Liony.
Menghadirkan bantuan dari luar negeri tentu bukan perkara mudah. Liony menceritakan bagaimana proses panjang yang harus dilalui untuk mendatangkan ribuan paket ATK tersebut dari Jepang.
Mulai dari tahapan administrasi yang rumit hingga pengurusan di meja bea cukai, semuanya menuntut kesabaran ekstra.
Namun, lelah itu seolah lunas setiap kali ia melihat antusiasme di mata para pelajar.
Sejauh ini, program pendidikan Yayasan Tsunagu Japan Indonesia telah menjangkau 54 sekolah di Minahasa, mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga menengah, termasuk madrasah dan anak-anak di lingkungan gereja. Total, sekitar 1.700 paket ATK telah disalurkan ke tangan yang tepat.
Di balik keuletannya menggerakkan program sosial ini, tersimpan sebuah alasan emosional yang mendalam.
Liony mengaku tergerak untuk membantu anak-anak, apalagi ia pernah mendengar kisah tragis tentang seorang anak yang nekat mengakhiri hidupnya akibat tak mampu membeli perlengkapan sekolah.
Peristiwa itu menyisakan kepedihan mendalam dan menjadi titik balik baginya untuk turun tangan, memastikan tidak ada lagi anak yang merasa putus asa hanya karena persoalan alat tulis.
”Bagi sebagian orang, ATK mungkin terlihat sederhana. Tapi, semangat yang ingin kami bangun jauh lebih besar, yakni menghadirkan dukungan nyata agar anak-anak tetap percaya diri, rajin belajar, dan tidak berhenti bermimpi,” tutur Liony.
Komitmen tersebut dipastikan tidak akan berhenti pada sekadar pembagian alat tulis. Ke depan, Liony berencana memperluas jangkauan bantuannya dengan merancang program beasiswa bagi anak-anak Minahasa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi dinding pembatas bagi generasi muda untuk menggapai masa depan.
”Pendidikan sangat penting untuk masa depan mereka. Ke depan, kami berkeinginan membantu anak-anak Minahasa untuk melanjutkan sekolah melalui program beasiswa. Semoga anak-anak Minahasa bisa menjadi penerus bangsa dan negara tercinta ini,” ia menambahkan. (nes)

Saat ini belum ada komentar