Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Bayi Laki-Laki Ditemukan di Minahasa, Dinkes Pastikan Perawatan Intensif

Bayi Laki-Laki Ditemukan di Minahasa, Dinkes Pastikan Perawatan Intensif

  • account_circle Anes Walean
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, INTANA.NEWS – Penemuan bayi laki-laki di Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (29/7/2026), mengundang keprihatinan publik.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa bergerak cepat memastikan bayi malang yang ditemukan dengan plasenta masih menempel tersebut mendapatkan penanganan medis optimal di rumah sakit.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Dr. dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya mengawal ketat prosedur penanganan bayi sejak pertama kali dievakuasi warga ke fasilitas kesehatan terdekat.

​”Kondisi bayi saat ini dalam keadaan bagus dan stabil, namun tetap memerlukan observasi intensif selama satu hingga dua hari ke depan untuk memastikan perawatannya berjalan optimal,” ujar Olviane, Kamis (30/7/2026).

​Olviane menjelaskan, sesaat setelah ditemukan, bayi dengan berat badan 2,7 kilogram dan panjang 40 sentimeter tersebut langsung mendapatkan prosedur standar medis.

Bidan setempat segera memotong tali pusar, memberikan vitamin, serta melakukan pemeriksaan awal sebelum merujuk pasien mungil itu ke RSUD Sam Ratulangi Tondano.

​Di rumah sakit, bayi tersebut kini ditangani secara intensif oleh dokter spesialis anak. Menurut Olviane, perawatan ketat di ruang medis sangat penting mengingat bayi yang baru lahir memiliki sistem imunitas yang masih sangat rentan.

​Langkah ini diambil untuk mengantisipasi serta memastikan tidak terjadi risiko infeksi, berkaca dari sejumlah kasus neonatal sebelumnya.

Keterangan: Kasus neonatal atau masalah kesehatan pada bayi baru lahir (usia 0–28 hari).

Pihak rumah sakit juga menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi bayi terlantar, termasuk memberikan intervensi medis lanjutan seperti penyuntikan vitamin.

​Setelah tahapan medis di rumah sakit tuntas dan kondisi bayi dinyatakan stabil, koordinasi lintas instansi akan langsung dijalankan.

Kasus penemuan bayi ini sendiri kini tengah didalami secara intensif oleh aparat Polresta Manado guna mengungkap identitas dan memburu pihak yang tega membuang bayi tersebut.

Penanganan perkara ini turut melibatkan sinergi lintas instansi, hingga pemerintah setempat. (nes)

  • Penulis: Anes Walean

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less