Cetak Atlet Berkarakter, SMPN 4 Tondano Rajai O2SN Kabupaten Minahasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – SMP Negeri 4 Tondano sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa.
Dominasi mutlak ini dibuktikan lewat raihan 7 medali emas dan 2 medali perak.
Keberhasilan spektakuler tersebut sekaligus mengantarkan para atlet muda ini sebagai utusan resmi Kabupaten Minahasa menuju O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Namun, di balik gemerlap juara, ada cerita tentang kedisiplinan, kerja keras, dan pembentukan karakter yang tertanam kuat di lingkungan sekolah.
Dominasi SMPN 4 Tondano tersebar merata di berbagai cabang olahraga (cabor):
- Atletik: Yesaya Jonathan Rotinsulu mengamankan medali emas di kategori putra, disusul Clouie Bricels Eleonora Emod yang meraih medali perak putri.
- Renang: Trixie Glorify Kapangi tampil dominan dengan raihan emas putri, sementara Anugrah Muhammad Alvaro menyumbang perak putra.
- Bulutangkis: Performa apik Gwenneth Queensly Deeng sukses membuahkan medali emas putri.
- Pencak Silat: Kontingen sekolah ini mengawinkan gelar juara lewat medali emas dari Satya Jonathan Efraim Gawendaleng (putra) dan Sofya Damayanti Kangiden (putri).
- Panjat Tebing: Geraldy Filiberd Sundah (putra) dan Denali Audrey Brave Noya (putri) menyapu bersih dua medali emas setelah menaklukkan dinding vertikal dengan catatan waktu terbaik.
Keberhasilan besar ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan hasil dari pembinaan potensi siswa yang konsisten. Kepala SMPN 4 Tondano, Melky Palilingan, M.Pd., mengungkapkan bahwa sekolah fokus pada pembangunan mentalitas anak didik, bukan semata mengejar trofi fisik.
Melky menanamkan filosofi sederhana namun mendalam sebagai motor penggerak sekolah: “Senang melihat orang lain senang.”
“Pendidikan yang berhasil mampu menumbuhkan rasa empati. Melalui motto ini, kami ingin anak-anak saling mendukung, bukan menjatuhkan. Kompetisi di lapangan adalah ruang mengukur kemampuan, namun persaudaraan dan kelapangan hati adalah piala yang sesungguhnya,” ujar Melky.
Internalisasi nilai ini menciptakan ekosistem pendukung (support system) yang solid antara guru, pelatih, dan siswa.
Olahraga kini bertransformasi menjadi media edukasi efektif untuk membentuk generasi tangguh yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Tantangan berikutnya telah menanti di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Meski persaingan dipastikan lebih ketat, kontingen SMPN 4 Tondano optimis mampu memberikan performa terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Minahasa lewat ketahanan mental yang teruji.
Bagi para atlet muda ini, melangkah ke tingkat provinsi bukan sekadar urusan menang atau kalah.
Ini adalah panggung pembuktian bahwa sportivitas, hati yang bersih, dan kerja keras konsisten akan melahirkan prestasi secara alami. (nes)
- Penulis: Anes Walean
