Kesehatan Keluarga Bukan Statistik, TP PKK Minahasa Pertajam Peran Kader di Lapangan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Minahasa Martina W. Dondokambey-Lengkong (kiri) saat memberikan arahan. (Foto:Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey Lengkong, menegaskan pentingnya posisi strategis kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Urusan kesehatan dinilai bukan sekadar angka statistik di atas kertas, melainkan soal sentuhan nyata di tingkat keluarga untuk memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat secara efektif.
Hal tersebut disampaikan Martina saat membuka secara resmi Kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan di Hotel Mercure, Minahasa, Kamis (27/8/2026).
Menurut istri Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey ini, kekuatan utama kader terletak pada kedekatan emosional dan sosial mereka dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
”Kader adalah pendamping dan penggerak keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari,” ujar Martina di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kader kesehatan tidak cukup hanya bertindak sebagai penyampai pesan.
Mereka harus berfungsi sebagai sahabat, pendidik, sekaligus jembatan efektif yang menghubungkan kebutuhan riil masyarakat dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan daerah.
Dalam pandangannya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa dikerjakan sendirian, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan TP PKK, pemerintah daerah, para kader, serta kesadaran mandiri dari masyarakat itu sendiri.
Melalui penguatan kapasitas kader yang dilakukan secara berkelanjutan, Martina ingin memastikan agar pendampingan di lapangan semakin selaras dengan kebutuhan warga.
Langkah ini sekaligus mengoptimalkan upaya promotif dan preventif untuk mencegah masalah kesehatan sejak dini di lingkungan keluarga, sehingga berbagai tantangan di tengah komunitas dapat direspons secara cepat dan tepat sasaran.
Melalui konsistensi tersebut, Martina optimis keberadaan kader yang kompeten akan mampu mewujudkan visi besar: keluarga Minahasa yang lebih sehat, tangguh, dan memiliki kualitas hidup yang semakin bermartabat. (nes)

Saat ini belum ada komentar