Lapas Kelas IIA Manado Manfaatkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, INTANA.NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado memanen komoditas daun bawang hasil budidaya warga binaan di area perkebunan internal lapas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus langkah konkret institusi pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hasil panen hortikultura tersebut difungsikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan internal lapas.
Di sisi lain, program ini juga diproyeksikan sebagai pembekalan keterampilan bagi warga binaan sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Manado menjelaskan bahwa optimalisasi lahan tidur di lingkungan kelola lapas menjadi fokus utama dalam merespons program akselerasi pemerintah.
”Program pertanian ini tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Kami berkomitmen terus mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Budidaya daun bawang ini sepenuhnya dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan dan pengawasan intensif dari petugas lapas.
Keberhasilan menghasilkan komoditas dengan kualitas baik ini memotivasi pihak lapas untuk memperluas variasi komoditas pertanian lainnya di masa mendatang.
Langkah taktis Lapas Manado ini sekaligus menyelaraskan diri dengan program akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui pendekatan berbasis kemandirian ekonomi ini, lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat penahanan, melainkan juga sebagai pusat rehabilitasi yang produktif dan edukatif. (*)
- Penulis: Anes Walean
