Pidato Politik AHY soal Kekuasaan Sempat Jadi Sorotan Parpol, Respons Prabowo: Terima Kasih atas Kritik dan Koreksi!
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Dok/ YouTube Partai Demokrat)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto merespons pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu yang menjadi sorotan.
Dalam pidato politik itu AHY menyinggung soal kekuasaan yang disebutnya bukan milik seseorang untuk selamanya. Sontak saja pernyataan itu menuai tanggapan dari sejumlah petinggi partai politik.
Gestur AHY ketika menyampaikan pidato politiknya pada HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta awal September 2026 lalu dinilai sebagai sinyal siap untuk maju di kontestasi Pemilu 2029.
Terkait hal itu, Presiden Prabowo ketika menghadiri acara puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta semalam malah memuji pidato AHY tersebt.
“Saya memahami ihwal penjelasan Ketua Umum Partai Demokrat itu terkait isi dan maksud pidato sebelumnya itu. Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas. Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam. Tapi saudara-saudara memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” kata Prabowo.
Selanjutnya dia mengatakan, AHY telah menyampaikan iktikad baik sebagai diri sendiri maupun sebagai pimpinan yang mewakili sikap Partai Demokrat.
Dia mengajak Partai Demokrat bersama-sama bekerja untuk rakyat.
“Saya sangat senang dengan tema yang dipilih Partai Demokrat: memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi tetap hidup. Inilah yang kita harus perjuangkan dan inilah tanggung jawab kita semua,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih terhadap pilihan dan sikap Partai Demokrat yang sejak pemilihan presiden 2019 dan 2024 memberikan dukungan.
“Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama. Saudara-saudara, Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi kita TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat. Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat,” ia menambahkan.
Reaksi Keras Partai Golkar
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia bereaksi keras terhadap atas pidato politik itu AHY menyinggung soal kekuasaan yang disebutnya bukan milik seseorang untuk selamanya.
“Jika dilihat dari cari penyampaian, gestur dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).
Padahal, dia melanjutkan sekarang ini AHY dan Partai Demokrat masih berada di koalisi pemerintah dan sebagai sebuah bangsa tengah menghadapi tantangan yang luar biasa.
“Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi,” tuturnya.
Partai Amanat Nasional (PAN) pun bereaksi. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto dengan kalem mengatakan pihaknya menghormati apa yang disampaikan oleh partai lain.
“Ah, tanya AHY, saya kan bukan penerjemah AHY,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).
Ditanya lebih jauh, Yandri malah minta awak media langsung mengkonfirmasi langsung ke AHY. Yang pasti, dia menambahkan bahwa PAN selalu setia dan mendukung Presiden Prabowo Subianto.
“Oh selalu kita, tiga kali dukung, begitu menang masa nggak dukung. Dukung terus, hidup mati bersama Pak Prabowo,” tuturnya.
Partai Gerindra juga berkomentar. Melalui Juru Bicaranya, Sugiat Santoso menyatakan bahwa Pemilu 2029 masih lama.
“Pemilu masih lama. Ya, yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat. Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan,” katanya di Jakarta pada Senin (7/9/2026).
Dia meminta semua pihak berfokus menuntaskan kerja-kerja yang telah diamanatkan oleh rakyat.
“Ya, saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu,” tuturnya.
Ia menegaskan, di kalangan Partai Gerindra belum ada pembahasan soal pemilu yang akan datang.
“Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” ia menambahkan.(nor)

Saat ini belum ada komentar