Refleksi Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Minahasa Ingatkan Pentingnya Jiwa Pengabdian
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA,INTANA.NEWS – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Minahasa menjadi momentum kontemplasi yang mendalam.
Di Ruang Tansa Trisna pada Rabu, 1 Juli 2026, upacara syukur tidak sekadar dipandang sebagai acara tahunan, melainkan sebuah lembaran refleksi atas sejarah panjang dan pengabdian.
Dalam sambutannya, Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., menekankan kepada seluruh jajaran bahwa dinamika perubahan institusi harus dibarengi dengan kematangan jiwa pengabdian.
Ia meminta seluruh personel untuk melayani masyarakat dengan tulus dan menyadari bahwa tugas kepolisian merupakan sebuah kehormatan yang harus dijaga.
Pesan tersebut terasa kian berbobot lantaran peringatan tahun ini diselimuti suasana duka.
Kepolisian Daerah Sulawesi Utara baru saja kehilangan salah satu personel terbaiknya yang gugur saat menunaikan tugas di lapangan.
Bagi AKBP Steven, peristiwa ini adalah pengingat nyata bahwa profesi polisi bertumpu pada profesionalisme yang erat dengan risiko mempertaruhkan nyawa.
Perjalanan delapan dekade Korps Cokelat disimbolkan secara emosional melalui pemotongan tumpeng.
Nasi tumpeng tersebut diserahkan langsung kepada Aiptu Irwan Saleh, personel tertua yang saat ini masih aktif berdinas di Polres Minahasa.
Masa dinas Pak Saleh yang mencapai 35 tahun mencakup hampir separuh dari total usia Polri saat ini.
AKBP Steven mengingatkan bahwa generasi muda Polri saat ini tidak merasakan beratnya perjuangan para pendahulu dalam merintis institusi.
Oleh karena itu, penghormatan terhadap sejarah harus diwujudkan melalui kinerja yang nyata dan akuntabel di lapangan.
Komitmen AKBP Steven Simbar terhadap institusi ini tumbuh dari garis keturunan.
Lahir dan besar di lingkungan Asrama Brimob Paniki, ia telah akrab dengan ritme kerja kepolisian sejak kecil.
Ia memahami betul situasi mendadak saat orang tua harus pergi bertugas pagi dan baru kembali pagi berikutnya, atau bahkan harus berangkat berbulan-bulan demi melakukan bawah kendali operasi di daerah penugasan yang jauh.
Secara administratif, AKBP Steven telah mengabdi selama hampir 20 tahun sejak awal 2007.
Dalam kurun waktu tersebut, ia merasakan langsung bagaimana format perayaan Hari Bhayangkara selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman dan situasi negara.
Perayaan pernah dilakukan secara terbatas melalui aplikasi Zoom saat masa darurat, hingga digelar sederhana di Polsek terjauh dan terpencil.
Sebaliknya, perayaan juga pernah digelar secara kolosal dan meriah di Gelora Bung Karno Jakarta pada beberapa tahun lalu, di mana AKBP Steven sendiri bertindak sebagai panitia pelaksana.
Kini, di Polres Minahasa, ia berdiri sebagai inspektur upacara.
Menutup arahannya, Kapolres Minahasa kembali mengingatkan bahwa apa pun bentuk seremoninya, esensi utama Hari Bhayangkara adalah evaluasi kinerja operasional.
Peringatan ke-80 ini harus menjadi titik balik bagi seluruh personel Polres Minahasa untuk kembali ke jati diri kepolisian dengan menjaga profesionalisme, mengedepankan ketulusan, dan merawat kehormatan institusi di mata masyarakat. (nes)
- Penulis: Anes Walean
