18 Jam Berjibaku, Damkar Minahasa dan Tim Gabungan Padamkan 10 Titik Kebakaran Lahan dan Rumah
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa, Damkar Manado, Damkar Provinsi, dan BPBD Minahasa saat berjibaku memadamkan kebakaran lahan dan bangunan rumah yang melanda 10 titik berbeda di sejumlah wilayah Kabupaten Minahasa. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa bersama tim gabungan berjibaku selama hampir 19 jam untuk memadamkan kebakaran yang secara serentak melanda 10 lokasi lahan berbeda serta satu bangunan rumah tinggal di sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026).
Kepala Dinas Damkar Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., mengungkapkan bahwa operasi pemadaman tersebut berlangsung panjang dan melelahkan, terhitung sejak pukul 02.15 Wita hingga pukul 20.37 Wita.
“Operasi ini melibatkan koordinasi lintas instansi mengingat luasnya sebaran titik api yang terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah,” ujar Melky saat dikonfirmasi mengenai penanganan darurat tersebut.
Berdasarkan data Damkar Minahasa, sepuluh titik kebakaran lahan dan vegetasi terpencar di sejumlah kecamatan, meliputi kawasan Kali Pineleng, jalur Koka di Jalan Koka Manado hingga Perumahan Citraland, wilayah Sawangan Tombulu yang mencakup Perumahan Sawangan Bumi Asri dan Sawangan Permai, serta Warembungan Makatete Pineleng.
Titik kebakaran lainnya juga terdeteksi di Raringis (Langoan Selatan), Toraget (Langoan Utara), Kembuan (Tondano Utara), dan Kayuuran Atas (Langoan Selatan).
Selain kebakaran lahan, si jago merah turut melahap satu unit bangunan rumah tinggal di Desa Kamangta.
Untuk mengatasi sebaran titik api yang masif dan membutuhkan penanganan cepat secara paralel, pengerahan armada dilakukan secara kolaboratif antardaerah.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Manado, satu unit dari Damkar Provinsi, serta satu unit dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa dikerahkan untuk memperkuat tim Damkar Minahasa di lapangan.
Di tengah keterbatasan personel dan kendaraan yang membuat penanganan di salah satu lokasi sempat menghadapi kendala, soliditas dan dukungan dari tim gabungan lainnya menjadi penopang utama hingga situasi berhasil dikendalikan.
Kesiapsiagaan dan koordinasi ketat antarlini menjadi kunci utama dalam melokalisasi api agar tidak merembet lebih luas.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian material serta investigasi untuk memastikan penyebab pasti maraknya titik api di berbagai lokasi tersebut. (nes)

Saat ini belum ada komentar