Pemkab Minahasa Kerahkan Tim Gabungan Cari Anak Hilang di Air Terjun Paris
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Minahasa mengerahkan tim gabungan untuk mencari seorang anak yang hilang di kawasan wisata Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (24/5/2026).
Memasuki hari kedua operasi pencarian, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kawangkoan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa memperluas area penyisiran.
Upaya ini juga dibantu oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat.
Korban bernama Queentania Makal (11), warga Desa Ampreng, Kecamatan Langowan Barat, dilaporkan hilang sejak Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.15 WITA.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Minahasa, korban diduga terpeleset saat berada di sekitar air terjun tersebut lalu terbawa arus sungai.
Sebelum operasi penyisiran dimulai, seluruh personel melaksanakan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kepala Polsek Kawangkoan Inspektur Dua Rinto R. M. Langi.
Dalam arahannya, Rinto meminta personel mengutamakan keselamatan kerja dan memperkuat koordinasi lapangan.
Tim kemudian dibagi untuk menyisir beberapa titik di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa terus memantau perkembangan operasi penyelamatan di lapangan.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan meminta seluruh pihak tetap solid.
”Kami meminta seluruh tim gabungan terus menjaga keselamatan serta membangun koordinasi yang baik agar proses pencarian berjalan maksimal,” ujar Robby melalui keterangan tertulis, Minggu.
Selanjutnya, Robby memberikan apresiasi terhadap sinergi lintas instansi yang bergerak cepat sejak hari pertama kejadian.
Pemerintah daerah berharap korban dapat segera ditemukan melalui perluasan radius pencarian ini.
Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan masih terus melakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai Air Terjun Paris. (*)
- Penulis: Anes Walean
