Wakil Bupati Minahasa Sambut Gubernur Yulius Selvanus dalam Sidang Raya Ke-XXXV KGPM
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang SS MAP, menyambut kedatangan Gubernur. (Foto:Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS –
Wakil Bupati Minahasa, Pnt. Vanda Sarundajang, SS, MAP, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), menyambutk kedatangan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dalam Sidang Raya Ke-XXXV KGPM Tahun 2026.
Acara religius berskala besar tersebut berlangsung di Kiawa Resort, Kabupaten Minahasa, Selasa (30/6/2026).
Wakil Bupati Vanda Sarundajang tampak menyambut kedatangan Gubernur dengan penuh keramahan di area luar tenda, berjalan beriringan saat Gubernur menyapa dan menjabat tangan para peserta sidang raya yang telah memadati lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan pemikiran mengenai tema Sidang Raya tahun ini, yaitu “Gereja dan Kebangsaan di Tengah Polikrisis Global”.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi dunia hari ini. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kehidupan gereja tidak pernah terpisah dari kehidupan bangsa.
“Saya merasa bersyukur mendapat kesempatan untuk berbagi pemikiran mengenai tema yang sangat krusial ini,” ujarnya.
Gereja lanjut dia, bukan hanya hadir di dalam gedung ibadah, tetapi juga harus hadir di tengah dinamika masyarakat, menjawab tantangan zaman, serta menjadi terang dan garam bagi dunia.
Gubernur menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi situasi multidimensi yang oleh banyak ahli disebut sebagai polikrisis global, di mana berbagai krisis berlangsung secara bersamaan, saling berkaitan, dan saling memperkuat, sehingga memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.
Menghadapi tantangan global yang berat tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kokoh dari seluruh komponen masyarakat, termasuk institusi keagamaan, untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.
Pemerintah percaya, apabila seluruh elemen berjalan bersama, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara materi, tetapi juga melahirkan masyarakat yang berkarakter, bermoral, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan harapan besar kepada seluruh keluarga besar KGPM agar Sidang Raya Ke-XXXV ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah pelayanan yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
KGPM diajak untuk terus menjadi gereja yang setia pada Firman Tuhan sekaligus peka terhadap berbagai persoalan masyarakat, hadir bagi mereka yang lemah, memberi harapan kepada yang putus asa, memperjuangkan keadilan, serta konsisten menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, pimpinan sinode, serta para utusan sidang dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara. (*)
- Penulis: Anes Walean
