Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Minahasa Integrasikan Program Lintas Sektor
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Minahasa Dr Lynda D Watania MM MSi saat memimpin rapat. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mematangkan langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., memimpin rapat audiensi lintas sektor terkait Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di wilayah Kabupaten Minahasa.
Fokus utamanya adalah mengurai tantangan di lapangan serta menyusun langkah konkret kedepan.
Audiensi ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memetakan kondisi riil dan mengidentifikasi berbagai permasalahan sanitasi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Dari evaluasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan yang hadir bersama-sama merumuskan usulan paket kebijakan di bidang sanitasi.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Tim Fasilitasi Implementasi (PFI) BPBPK Sulawesi Utara serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
Di antaranya adalah Bappelitbangda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, Dinas PMD, BPKAD, hingga Diskominfo.
Sekda Lynda Watania menegaskan bahwa urusan sanitasi tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja.
Diperlukan komitmen kuat dan sinergi yang padu agar setiap program kerja tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan setiap kebijakan dan program sanitasi dapat berjalan secara terpadu, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Lynda.
Melalui koordinasi ini, seluruh OPD diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam mendorong terwujudnya fasilitas sanitasi yang tidak hanya masuk kategori layak, melainkan juga aman dan higienis.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) yang telah disusun tidak berakhir sebagai dokumen perencanaan di atas meja semata.
Dokumen tersebut harus segera ditransformasikan ke dalam program pembangunan daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui implementasi yang nyata, kualitas layanan sanitasi di Kabupaten Minahasa ditargetkan mampu meningkat secara signifikan.
Langkah ini juga menjadi komitmen lokal dalam mendukung tercapainya target Sanitasi Aman yang telah digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (nes)
- Penulis: Anes Walean
