Akhirnya Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.(Foto:Dok/Kejaksaan Agung)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Febrie Adriansyah akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jampidsus.
Terkait hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna di Jakarta pada Sabtu (11/7/2026) menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas penegakan hukum serta berkaitan dengan proses hukum yang sedang ditangani penyidik Polri.
“Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan seluruh tugas serta penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ia menambahkan.
Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung), Febrie Adriansyah akhirnya muncul dan buka suara.
Dalam jumpa pers di Gedung Bundar Pidsus Kejagung, Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026), dia membenarkan bahwa sebuah rumah yang digledah polisi di Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor memang rumahnya.
Ketika ditanya soal uang dan puluhan kilogram emas di rumahnya yang disita penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metrop Jaya, Febrie menyatakan bahwa uang dan puluhan kilogram emas itu ada yang punya.
“Itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya ya, ada bangunannya, bisa nanti dicek,” katanya.
Dia selanjutnya menyatakan seluruh informasi mengenai uang yang ditemukan penyidik akan dijelaskan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui forum jumpa pers.
Febrie menambahkan, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan lokasi penemuan uang dan puluhan kilogram emas tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, melalui forum acara yang sudah sesuai prosedur hukum,” dia menambahkan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
