Jembatan Perintis Garuda: Saat 72,15 Persen Menjadi Harapan Baru Warga Ranoyapo
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA SELATAN, INTANA.NEWS –
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Lompad Lama, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, kini telah mencapai progres fisik 72,15 persen.
Jumat (17/07/2026), di bawah cuaca yang bersahabat, para personel Kodim 1302/Minahasa bersama warga terus memacu pengerjaan konstruksi di lapangan.
Fokus pengerjaan hari ini menyasar tahap krusial, yakni ereksi tiang jembatan dan pemasangan slink bawah.
Bagi tim di lapangan, setiap sentimeter progres yang tercapai adalah bukti komitmen satuan untuk memangkas isolasi wilayah pedesaan.
Jembatan ini memiliki spesifikasi panjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter.
Meski secara teknis tampak sebagai deretan besi dan beton, bagi warga Desa Lompad Lama, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan.
Kodim 1302/Minahasa memahami betul bahwa di pedesaan, akses transportasi yang layak adalah kunci.
Dengan selesainya jembatan ini, mobilitas warga yang selama ini terhambat akan terbuka lebar, yang pada gilirannya akan memacu perputaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat.
Kodim 1302/Minahasa berkomitmen untuk mengawal pembangunan ini hingga tuntas.
Keberhasilan mencapai angka 72,15 persen ini merupakan hasil sinergi yang solid antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Kondisi cuaca yang cerah selama beberapa hari terakhir dimanfaatkan dengan maksimal oleh tim konstruksi untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
Dandim 1302/Minahasa menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya nyata dalam memperkuat aksesibilitas antar wilayah.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di Minahasa Selatan.
Dengan capaian yang terus menanjak, mimpi warga Desa Lompad Lama untuk memiliki akses jembatan yang kokoh kini selangkah lebih dekat menuju kenyataan. (*)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar