Desa Touliang Sabet Kinerja Penginputan EHDW Terbaik, Komitmen Tekan Stunting Terus Diperkuat
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hukum Tua Desa Touliang Hartje Tangkulung ,S.T.(berdiri). Foto: intana.news.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Pemerintah Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, memperkuat komitmen penanganan stunting melalui forum Rembuk Stunting yang digelar di Balai Desa Touliang, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Desa Touliang mendapat apresiasi khusus setelah dinobatkan sebagai wilayah dengan kinerja penginputan Elektronik Human Development Worker (EHDW) terbaik se-Kecamatan Kakas Barat.

Apresiasi ini disampaikan berdasarkan laporan pendamping desa merujuk pada surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa tertanggal 4 Agustus 2026.
Prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Touliang, Enjeli Pandelaki, yang secara konsisten mengawal pelaporan data sasaran keluarga berisiko stunting.

Pendamping Desa Kecamatan Kakas Barat, Stella Langkun, ST. (Berdiri) Foto: Dok/intana.news
Pendamping Desa Kecamatan Kakas Barat, Stella Langkun, ST, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil koordinasi intensif antara kader posyandu, KPM, dan pemerintah desa.
”Kondisi di Desa Touliang, khususnya menyangkut kesehatan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, memerlukan perhatian serius agar pelayanan posyandu bulanan oleh puskesmas dapat berjalan optimal,” ujar Stella di hadapan peserta musyawarah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kakas Barat Jeane Sumendap, S.P., M.A.P. beserta Kasi PMD, Hukum Tua Desa Touliang Hartje Tangkulung, ST, Ketua BPD Hani Embram, serta jajaran pendamping desa termasuk Osber Suawah, ST.
Hukum Tua Desa Touliang, Hartje Tangkulung, menegaskan bahwa pencapaian terbaik dalam penginputan EHDW ini menjadi dorongan moral bagi seluruh perangkat desa dan kader untuk terus bersinergi.
Pemerintah desa berkomitmen untuk mengantisipasi potensi stunting secara komprehensif melalui pengawasan ketat terhadap data sasaran, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita.

Camat Kakas Barat Jeane Sumendap, S.P., M.A.P.(berdiri) Foto: Dok/intana.news
Camat Kakas Barat Jeane Sumendap menambahkan, penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat mutlak memerlukan data yang valid serta keterbukaan informasi.
Melalui forum Rembuk Stunting ini, pemerintah kecamatan berharap agar sinergi lintas sektor di tingkat desa terus dijaga demi mencetak generasi Desa Touliang yang sehat dan bebas stunting. (nes)

Saat ini belum ada komentar