Kasus Keracunan MBG Masih Terjadi, DPR Minta Badan Gizi Nasional Bentuk Satuan Tugas Khusus
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga keracunan usai menyantap menu MBG. (Foto: Dok/suarasurabaya.net)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera membantu Satuan Tugas (Satgas) khusus Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan akibat program unggulan Prabowo-Gibran itu.
Pembentukan Satgas khusus yang diusulkan beranggotakan BPOM, pemerintah daerah, dinas kesehatan, kepala sekolah, dan orang tua murid dimaksudkan untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini menyatakan hal tersebut di Jakarta pada Jumat (4/9/2026).
Ia menanggapi maraknya keracunan diduga akibat keracunan program MBG. Terakhir ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG.
“Satgas khusus itu juga untuk memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” katanya.
Dia menebutkan, masih maraknya kasus keracunan menunjukkan masih lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh BGN. Karena itu perlu Langkah monitoring setiap minggu terhadap seluruh kepala dapur,” tuturnya.
“Jujur saya sangat prihatin yang mendalam atas terjadinya kasus keracunan di berbagai tempat yang meningkat akhir-akhir ini, khususnya yang terjadi di Sidoarjo, karena jumlahnya paling banyak,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya meminta korban keracunan ditangani dengan baik. Pihak BGN juga harus menanggung biaya pengobatan terhadap korban keracunan akibat program unggulan MBG itu.
“Kasus keracunan yang masih terjadi menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap dapur MBG. BGN harus melakukan investigasi menyeluruh. Kepala BGN saya minta segera melakukan perbaikan dan tindakan tegas,” kata politisi Partai Golkar tersebut.(nor)

Saat ini belum ada komentar